Bagi warga Pulau Lembeh di Bitung, Sulawesi Utara, urusan perbankan dulu berarti harus menyeberang lautan. Itu realitas yang harus dihadapi di wilayah kepulauan, di mana jarak dan biaya menjadi penghalang besar. Namun kini, suasana mulai berubah. Kehadiran BNI Agen46, program layanan tanpa kantor dari Bank BNI, membawa kemudahan transaksi keuangan langsung ke jantung komunitas.
Layanan yang ditawarkan cukup lengkap. Warga bisa membuka rekening, tarik atau setor tunai, transfer, bayar tagihan, bahkan mengakses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Semua itu bisa dilakukan tanpa harus repot-repot ke kota. Cukup datang ke agen yang ditunjuk.
Menurut Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, Agen46 adalah perpanjangan tangan bank untuk menjangkau daerah-daerah terpencil.
“BNI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga masyarakat di berbagai pelosok dapat merasakan manfaat layanan perbankan tanpa harus menghadapi kendala jarak dan biaya,” jelas Okki.
Dukungan teknologi dan jaringan agen yang luas, katanya, jadi kunci utama. Tujuannya ganda: meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong ekonomi lokal dengan membuka peluang usaha baru.
Manfaatnya benar-benar dirasakan. Ambil contoh Ratti Manopo, salah satu mitra agen di Pulau Lembeh. Toko sembakonya kini ramai dikunjungi bukan cuma untuk belanja, tapi juga untuk urusan bank. Tak cuma itu, Ratti sendiri mendapat suntikan modal dari KUR BNI untuk mengembangkan usahanya.
“Manfaat menjadi BNI Agen46 sangat terasa. Saya mengajukan pinjaman KUR di BNI dan disetujui. Modal itu langsung saya gunakan untuk mengembangkan usaha. Puji Tuhan, semua berjalan dengan baik,” cerita Ratti.
Artikel Terkait
Menteri LHK Tunggu Hasil Lab Pestisida untuk Gugat Pencemar Sungai Cisadane
Harga Cabai Rawit Merah Mulai Turun Usai Cuaca Membaik dan Panen Meningkat
TNI Selidiki Dugaan Perampasan Senjata dalam Serangan Mematikan di Nabire
Laporan Media Independen Sebut Menkes Budi Calon Kuat Sekjen WHO