Hamas Kecam Serangan Udara Israel Saat Idul Adha, Sebut Gencatan Senjata Dilanggar

- Kamis, 28 Mei 2026 | 16:50 WIB
Hamas Kecam Serangan Udara Israel Saat Idul Adha, Sebut Gencatan Senjata Dilanggar

Serangan udara Israel yang kembali mengguncang Jalur Gaza dalam dua hari terakhir, termasuk saat umat Muslim merayakan Idul Adha, menuai kecaman keras dari kelompok perlawanan Palestina, Hamas. Aksi militer tersebut tidak hanya merenggut nyawa lebih dari dua puluh warga sipil, tetapi juga dinilai sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya. Suasana hari suci yang seharusnya penuh khidmat berubah menjadi duka dan keprihatinan mendalam.

Menurut pernyataan resmi Hamas, serangan yang menargetkan warga sipil ini menjadi indikasi jelas bahwa Israel berniat kembali ke masa perang genosida, sebagaimana yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Kelompok tersebut menegaskan bahwa eskalasi kekerasan dalam dua hari terakhir menunjukkan niat militer Zionis untuk melanjutkan operasi skala besar di wilayah kantong Palestina itu.

Salah satu insiden paling memilukan terjadi pada Rabu malam, ketika pesawat tempur Israel menghantam sebuah apartemen di pusat Kota Gaza. Serangan itu menewaskan sepuluh orang, termasuk dua anak-anak dan dua perempuan dewasa, serta melukai puluhan lainnya. Hamas menyebut peristiwa itu sebagai kejahatan baru dan pelanggaran terus-menerus terhadap gencatan senjata.

“Serangan itu merupakan kejahatan baru, pelanggaran terus-menerus dan terang-terangan terhadap gencatan senjata,” demikian bunyi pernyataan Hamas.

Di sisi lain, Hamas juga menuding Israel mengabaikan berbagai upaya yang dilakukan negara-negara mediator untuk menghentikan permusuhan. Menurut kelompok tersebut, Tel Aviv telah melanggar jaminan dan komitmen yang tertuang dalam perjanjian gencatan senjata.

Sebagai informasi, kesepakatan gencatan senjata di Gaza ditandatangani di Sharm El Sheikh, Mesir, pada Oktober 2025. Proses mediasi melibatkan Amerika Serikat, Qatar, Turki, dan Mesir setelah dua tahun perang berkecamuk di wilayah tersebut. Konflik brutal yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 itu telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai lebih dari 172.000 lainnya. Tak hanya itu, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza dilaporkan hancur akibat gempuran militer Israel.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar