Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya sudah mengungkap evaluasi internal soal MBG. Secara statistik, program ini disebutnya 99,99 persen berhasil. Tapi Prabowo juga jujur mengakui, pasti ada celah.
“Apakah ada kekurangan? Ada,” kata Prabowo dalam taklimat awal tahun di tempat yang sama.
“Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Apakah ada penyimpangan? Pasti.”
Menurutnya, yang penting sekarang adalah meminimalisir kekurangan itu. Intinya, program MBG harus tetap bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas. Untuk saat ini, sasaran MBG masih berfokus pada anak usia dini, pelajar dari TK sampai SMA, serta ibu hamil dan menyusui. Usulan perluasan ke kelompok rentan lain? Masih dalam pembahasan. Tapi setidaknya, pintunya sudah terbuka.
Artikel Terkait
Kemenperin Soroti Penurunan Produksi Kendaraan Niaga di Tengah Kebutuhan Logistik yang Meningkat
Kemenaker Diminta Efisiensi Anggaran Rp181,8 Miliar oleh Kemenkeu
Pemerintah Turunkan Biaya Haji 2026 Rp 2 Juta di Tengah Lonjakan Harga Avtur
Ledakan di Bogor Subuh Tadi Rusak Sekolah, Belajar Dialihkan ke Daring