Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya sudah mengungkap evaluasi internal soal MBG. Secara statistik, program ini disebutnya 99,99 persen berhasil. Tapi Prabowo juga jujur mengakui, pasti ada celah.
“Apakah ada kekurangan? Ada,” kata Prabowo dalam taklimat awal tahun di tempat yang sama.
“Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Apakah ada penyimpangan? Pasti.”
Menurutnya, yang penting sekarang adalah meminimalisir kekurangan itu. Intinya, program MBG harus tetap bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas. Untuk saat ini, sasaran MBG masih berfokus pada anak usia dini, pelajar dari TK sampai SMA, serta ibu hamil dan menyusui. Usulan perluasan ke kelompok rentan lain? Masih dalam pembahasan. Tapi setidaknya, pintunya sudah terbuka.
Artikel Terkait
Masjid Negara IKN Ditargetkan Siap Sambut Ramadan 1447 H
Prasetyo Hadi Tegaskan Anggaran Rp60 Triliun untuk Pascabencana Bukan Anggaran Mati
Bencana November 2025: 25 Desa di Aceh dan Sumut Terhapus dari Peta
Satgas Beri Peringatan Terakhir ke 20 Perusahaan Sawit dan Tambang Penunggak Denda