Lima bandara memegang rekor tersibuk. Puncaknya tentu Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, yang melayani 3,5 juta penumpang dengan 23 ribu penerbangan. Disusul oleh I Gusti Ngurah Rai Bali (1,4 juta penumpang), Juanda Surabaya (863 ribu), Sultan Hasanuddin Makassar (603 ribu), dan Kualanamu Deli Serdang (486 ribu penumpang).
Di sisi lain, Pahlevi juga menyoroti pencapaian operasional. Menurutnya, periode Nataru kali ini berhasil mendorong optimalisasi kinerja bandara.
"Utilisasi slot time atau ketersediaan waktu keberangkatan dan kedatangan penerbangan di seluruh bandara secara kumulatif pada Nataru 2025/2026 hampir menyentuh 90 persen,"
katanya. Angka itu, lanjut dia, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 84 persen. Artinya, efisiensi waktu dan penggunaan fasilitas bandara bisa ditingkatkan dengan cukup signifikan.
Dengan semua data itu, bisa dibilang mudik udara tahun ini berjalan lancar. Posko terpadu telah menyelesaikan tugasnya, dan bandara-bandara pun kembali ke ritme operasional harian mereka yang biasa.
Artikel Terkait
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tumbuh 7,7% di Awal 2026
PTPP Amankan Proyek Strategis Jembatan Pulau Laut di Kalsel
Meta Diapresiasi Patuhi Aturan Anak, Google Ditegur Pemerintah
Gubernur DKI Minta PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mendadak