Di Jakarta, Kamis kemarin, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan target ambisius mereka. Pada 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat. Angka yang sangat besar, bukan?
“Di tahun 2026 ini kita akan terus kejar target 82,9 juta,” tegas Dadan.
Menurutnya, sambil mengejar angka itu, pihaknya juga bakal fokus memperbaiki kualitas. Salah satunya lewat sertifikasi dan akreditasi untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Langkah ini diharapkan bisa mengelompokkan layanan berdasarkan mutu, yang ujung-ujungnya berdampak pada standar keamanan pangan.
“Kami kejar target agar seluruhnya unggul sehingga makanan yang dihasilkan tidak hanya membuat anak tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan ceria, tetapi juga aman dikonsumsi,” paparnya lagi.
Kalau melihat perjalanannya sejauh ini, program yang baru berjalan setahun ini memang menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Dadan mengakui ada dampak positif, meski masih ada kekurangan yang terus dibenahi. Tapi lihatlah capaiannya: sejak awal 2025 hingga Januari 2026, MBG sudah menyentuh sekitar 55,1 juta orang.
Untuk menggambarkan skalanya, Dadan memberi perbandingan yang mudah dicerna.
"Di akhir tahun dan awal Januari karena 55,1 juta itu sudah melebihi penduduk Korea Selatan. Korea Selatan kan hanya 51,5 (juta), sehingga kita sudah bisa memberikan satu negara sebesar Korea Selatan. Dan kalau Australia itu dua kali Australia ya, 27 juta kali dua, persis," ujarnya dengan nada antusias.
Pertumbuhan pesat ini, rupanya, punya kaitan erat dengan peran serta masyarakat. Program MBG ditopang oleh SPPG yang pertama kali dibentuk pada 6 Januari 2025. Awalnya cuma 190 unit. Kini? Jumlahnya meledak jadi 19.188 SPPG yang beroperasi di 38 provinsi.
Dan yang menarik, semua pembangunan fasilitas itu dibiayai penuh oleh masyarakat. Bukan oleh anggaran negara.
"Program ini tumbuh dengan cepat karena kontribusi masyarakat yang luar biasa," kata Dadan.
Dia pun tak lupa menyampaikan apresiasi. "Harus Anda ketahui bahwa 19.188 SPPG yang sekarang sudah operasional, pembangunannya 100 persen dibiayai oleh masyarakat. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada para mitra yang sudah luar biasa membantu program ini demikian cepat."
Jadi, jalan masih panjang menuju target 2026. Tapi dengan fondasi yang sudah terbangun dan dukungan yang masif, BGN tampaknya cukup optimis. Fokusnya kini ganda: mengejar kuantitas, sambil secara serius membenahi kualitas dan keamanan.
Artikel Terkait
Manchester United Tak Terkalahkan di 2026, Posisi Keempat dengan Satu Laga Tertunda
Polisi Amankan 11 Motor Geng yang Buka Paksa Portal JLNT Casablanca
Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel di Bulan Ramadan
Polisi Tangkap Dua dari Empat Pelaku Curanmor Bersenjata Viral di Grogol