Beberapa waktu lalu, usai menggelar Apel Kamtibmas, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri punya ide. Dia membentuk satuan tugas khusus untuk mengatasi tawuran. Nah, satgas yang melibatkan warga ini rupanya membuahkan hasil. Aksi tawuran berhasil ditekan, dan yang paling penting, korban jiwa bisa dicegah.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, satgas itu sudah bekerja sejak pertengahan Februari lalu. Anggotanya tak cuma dari Brimob dan Sabhara, tapi juga merangkul elemen masyarakat.
Budi menjelaskan detail kerjanya kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
"Dari tanggal 12 sampai 23 Februari, petugas intensif menyisir titik-titik rawan. Tujuannya satu: membubarkan kerumunan remaja yang dicurigai mau tawuran. Pendekatan ini efektif untuk memetakan potensi masalah sebelum benar-benar meledak di jalan," ujar Budi.
Dari patroli intensif itu, satgas berhasil mengamankan enam remaja yang lagi mempersiapkan aksi. Polisi juga menyita sejumlah senjata tajam sebagai barang bukti. Para pelaku kini sedang diproses hukum.
Langkah tegas ini, kata Budi, dimaksudkan untuk memberi efek jera. Terutama bagi mereka yang nekat bawa senjata dan mengancam keselamatan orang lain.
Di sisi lain, kolaborasi dengan warga ternyata sangat berperan. Ada satu contoh nyata di Cipayung, Depok. Di sana, masyarakat setempat berhasil menggagalkan rencana tawuran sekelompok remaja dan langsung menyerahkan mereka ke Polsek Pancoran Mas.
"Ini tonggak penting. Visi antara penegak hukum dan warga akhirnya bisa bersatu untuk keamanan lingkungan," sambung Budi.
Tak cuma hukum pidana, polisi juga memberikan sanksi edukatif. Salah satunya, para terduga pelaku diwajibkan mendengarkan tausiah di masjid.
"Kita ingin mereka dapat pencerahan moral, menyadari bahwa perbuatan mereka itu keliru," tuturnya.
Jadi, fokus satgas ini memang lebih ke preventif dan humanis. Caranya lewat kolaborasi: patroli warga digabung dengan patroli mobile Brimob dan Sabhara.
Kapolda sendiri sangat mengapresiasi keterlibatan masyarakat ini. Dan hasilnya cukup signifikan. Kolaborasi ini berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa, yang seringkali jadi momok dalam setiap peristiwa tawuran.
"Pak Kapolda sangat apresiasi kolaborasi aktif warga. Pendekatan kita humanis, tapi tegas. Hasilnya? Sangat signifikan. Kalau di Januari lalu ada 3 korban jiwa, maka selama Ramadan di bawah pengawasan satgas ini, angkanya nihil. Ini keberhasilan bersama Polri dan warga dalam menjaga marwah bulan suci," pungkas Budi Hermanto.
Artikel Terkait
BSN Salurkan 245 Hewan Kurban ke Masyarakat di Berbagai Wilayah Indonesia
PSC 119 Sidoarjo Tangani 542 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Sepanjang Januari-Mei
13 WNI Gagal Berangkat Haji dari YIA karena Diduga Jalur Ilegal
Anggota DPRD DKI: Idul Adha Momentum Perkuat Kepedulian Sosial di Tengah Tantangan Perkotaan