Lagi-lagi, serangan di Gaza menelan korban jiwa. Menurut laporan terbaru dari badan pertahanan sipil setempat, tujuh orang warga Palestina tewas dalam serangan Israel. Yang membuat hati miris, empat dari mereka adalah anak-anak.
Kejadiannya berlangsung di beberapa titik. Mahmud Bassal, juru bicara badan tersebut, menjelaskan detailnya kepada AFP, Kamis lalu.
"Empat orang, termasuk tiga anak, tewas ketika sebuah drone menghantam tenda yang menampung pengungsi di Gaza selatan," ujarnya.
Ia melanjutkan, korban juga berjatuhan di utara. Seorang gadis berusia 11 tahun meninggal dunia di dekat kamp pengungsi Jabalia. Lalu, serangan terhadap sebuah sekolah menewaskan satu orang lagi. Tidak berhenti di situ, sebuah drone di dekat Khan Yunis, di selatan, juga merenggut nyawa seorang pria.
Di sisi lain, pihak militer Israel menyatakan mereka sedang memeriksa laporan-laporan penyerangan ini. Belum ada tanggapan lebih lanjut.
Situasinya memang tetap tegang. Gencatan senjata yang dibawa AS awal Oktober lalu sebenarnya sudah mengurangi intensitas pertempuran antara Israel dan Hamas. Tapi ya, namanya juga gencatan yang rapuh. Kedua belah pihak masih saling tuduh melakukan pelanggaran, dan bentrokan kecil kerap terjadi.
Angka korban terus bertambah. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak gencatan senjata berlaku, setidaknya 425 warga Palestina di Gaza telah tewas akibat operasi pasukan Israel. Sementara dari kubu seberang, militer Israel menyebut tiga tentaranya tewas dibunuh kelompok militan dalam periode yang sama.
Dua narasi, satu konflik yang sepertinya belum menemukan titik terang.
Artikel Terkait
GEMURA Kritik Perdebatan Bantuan Kurban Presiden, Minta Publik Jaga Etika Demokrasi
Prabowo Disambut Kenegaraan di Élysée, Penuhi Undangan Balasan untuk Macron
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026, Prioritas untuk Daerah Bencana dan 3T
Prabowo Kunjungi Prancis, Gerindra Sebut Diplomasi Ofensif demi Konversi Keunggulan Nikel