Ujarnya. Penurunan itu berlanjut di 2024, seiring harga saham yang terus melemah ke level Rp70-Rp80. Nilai kekayaannya pun menyusut lagi, kini tinggal Rp600 miliar.
Dengan pola seperti itu, Nadiem menegaskan bahwa kekayaannya sebetulnya sangat transparan dan mudah dihitung. Semuanya bertumpu pada satu faktor tunggal: pergerakan harga saham perusahaan teknologi yang go public itu.
Katanya.
Lantas, dari mana tuduhan bahwa dirinya diperkaya Rp809 miliar dari proyek Chromebook? Nadiem mengaku heran. Di sisi lain, ia bersikeras bahwa tidak ada hubungan sebab-akibat antara pengadaan barang itu dengan kekayaan pribadinya.
Pungkas Nadiem, menutup pembelaan tertulisnya.
Artikel Terkait
TNI AL Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan AS, Kirim Kadet ke US Coast Guard
ATR/BPN Terapkan WFH untuk ASN, Jamin Layanan Pertanahan Tetap Optimal
Canva Akuisisi Dua Startup untuk Perkuat AI dan Otomatisasi Pemasaran
BMKG Peringatkan Puncak Musim Kemarau Kering dan Risiko Karhutla Meningkat