OJK Jabar Soroti Pentingnya Inovasi dan Jaringan untuk Dongkrak Inklusi Keuangan Syariah

- Minggu, 12 April 2026 | 03:45 WIB
OJK Jabar Soroti Pentingnya Inovasi dan Jaringan untuk Dongkrak Inklusi Keuangan Syariah

Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat punya pesan tegas untuk para pelaku perbankan: inovasi adalah kunci. Tanpa terobosan baru, sulit rasanya mendongkrak angka inklusi keuangan syariah di wilayah ini.

Hal itu disampaikan langsung oleh Muhammad Ikhsan, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Jabar. Menurutnya, inovasi produk perbankan syariah mutlak diperlukan agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Lalu, inovasi seperti apa yang dimaksud? Ikhsan menyoroti hal yang paling mendasar: jaringan kantor. Menurutnya, jaringan ini harus diperluas agar bisa menjangkau masyarakat hingga ke pelosok. Tanpa itu, upaya meningkatkan inklusi bakal jalan di tempat.

Namun begitu, membuka cabang fisik saja tidak cukup. Di era serba digital ini, jaringan kantor konvensional harus diperkuat dengan kolaborasi teknologi informasi. Masyarakat sekarang menginginkan kemudahan dan kesederhanaan. Mereka ingin segala sesuatunya simpel dan cepat.

Di sisi lain, ada satu hal lagi yang tak kalah penting: biaya. Ikhsan mengakui, biaya di perbankan syariah masih terbilang "lumayan" jika dibandingkan dengan bank konvensional. Ini jadi tantangan tersendiri.

Selain inovasi teknis, Ikhsan juga melihat forum-forum diskusi seperti JIEF punya peran strategis. Kegiatan yang digelar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat ini dinilainya efektif untuk memperkenalkan keuangan syariah ke publik.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar