Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin lalu, Nadiem Anwar Makarim menyampaikan keberatannya. Mantan Mendikbudristek itu secara tegas menyebut dakwaan jaksa kurang cermat. Poin utamanya? Penjelasan soal sumber kekayaannya dinilai tidak lengkap.
Menurut Nadiem, sebenarnya sumber itu mudah sekali dilacak. Cukup lihat laporan pajaknya.
Begitu penjelasannya di hadapan majelis hakim.
Ia lalu merinci soal fluktuasi kekayaannya yang tercatat di LHKPN. Lonjakan nilai pada 2022, menurutnya, murni imbas dari harga saham GOTO yang melambung tinggi saat penawaran perdana. Saat itu, harganya bisa mencapai Rp250 sampai Rp300 per lembar saham. Alhasil, catatan kekayaannya membengkak jadi Rp4,8 triliun.
Namun begitu, situasi berbalik di tahun berikutnya. Catatan kekayaannya justru anjlok.
Artikel Terkait
Canva Akuisisi Dua Startup untuk Perkuat AI dan Otomatisasi Pemasaran
BMKG Peringatkan Puncak Musim Kemarau Kering dan Risiko Karhutla Meningkat
Anthropic Pertimbangkan Rancang Chip AI Sendiri di Tengah Lonjakan Pendapatan
Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Vietnam dan Thailand Anjlok Imbas Konflik Timur Tengah