Masyarakat Diajak Usulkan Polisi Teladan untuk Hoegeng Awards 2026

- Selasa, 27 Januari 2026 | 08:30 WIB
Masyarakat Diajak Usulkan Polisi Teladan untuk Hoegeng Awards 2026

Pendaftaran untuk Hoegeng Awards 2026 sudah dibuka. Sekarang, masyarakat punya kesempatan untuk mengusulkan polisi teladan yang mereka kenal di wilayahnya masing-masing.

Ini adalah penyelenggaraan kelima ajang penghargaan ini. Sejak awal digulirkan, panitia terus berupaya memperbaiki formatnya. Komitmennya jelas: membuat apresiasi untuk polisi berprestasi ini semakin berarti dari tahun ke tahun.

Di balik program ini, ada keyakinan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia percaya, masih banyak anggota Polri yang punya jiwa keteladanan seperti almarhum Hoegeng Iman Santoso. Sosok mantan Kapolri itu memang legenda. Namanya melekat erat dengan lelucon satire dari Gus Dur, presiden keempat RI.

Muhammad Zikra dalam bukunya 'Tertawa Bersama Gus Dur: Humornya Kiai Indonesia' mencatat lelucon itu.

"Polisi yang baik itu cuma tiga. Pak Hoegeng almarhum bekas Kapolri, patung polisi, dan polisi tidur."

Menurut mantan Menristek AS Hikam, Gus Dur sering menyampaikan humor itu dalam berbagai situasi. Tapi intinya tetap satu: itu adalah kritik halus untuk institusi Polri di masanya.

Menariknya, Jenderal Sigit justru tak sungkan memakai satire itu sebagai bahan autokritik internal. Dia berulang kali menegaskan, anggota yang melanggar akan dihukum. Tapi di sisi lain, apresiasi untuk personel berdedikasi yang mengayomi masyarakat juga disiapkan. Dan janji itu bukan sekadar omong kosong.

Pada acara puncak Hoegeng Awards tahun lalu, Sigit bahkan memuji penyelenggaraannya. Dia juga mengakui dengan jujur bahwa dirinya harus banyak belajar dari para polisi peraih penghargaan.

"Mungkin kalau saya diikutkan dalam lomba kategori Hoegeng Awards ini terus terang pasti saya tidak lolos," ucap Sigit di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025).

"Karena apa pun mereka luar biasa," sambungnya.

Dia menegaskan komitmennya itu. Personel berdedikasi akan diapresiasi, sementara yang melanggar takkan diberi keringanan.

"Saya selalu berkomitmen, yang baik kita berikan reward. Namun yang melanggar kita tidak pernah ragu untuk memberikan punishment," tegasnya.

Harapannya, seluruh anggota Bhayangkara bisa mewarisi semangat Hoegeng. Gelaran awards ini dianggap bisa memacu motivasi untuk memberikan yang terbaik buat masyarakat.

"Apa yang menjadi jejak peninggalan almarhum Hoegeng Imam Santoso terus bisa mendorong semangat motivasi dari kami semua. Khususnya institusi Polri dan seluruh jajaran untuk terus melakukan yang terbaik," ujarnya.

Nah, tahun ini kerja sama untuk mencari polisi teladan itu kembali digalakkan. Memang, kita akui Polri masih punya banyak pekerjaan rumah. Tapi bukan berarti sosok-sosok teladan itu tidak ada. Selama empat tahun terakhir, kabar baik tentang mereka sudah bermunculan. Kini, di 2026, harapannya makin banyak lagi polisi seperti itu yang terangkat.

Penghargaan akan diberikan kepada lima polisi pilihan. Kategorinya ada lima: Polisi Inovatif, Polisi Berdedikasi, Polisi Berintegritas, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, serta Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.

Proses penjaringannya dimulai hari ini. Masyarakat bisa langsung mengusulkan melalui formulir digital yang disediakan.

Setelah semua usulan terkumpul dan melalui proses seleksi, nama penerima penghargaan akan diumumkan pada Juli 2026 mendatang.

Partisipasi Anda sangat dibutuhkan. Usulan dari masyarakat ini diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi personel Polri untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik.

Berikut cara mengusulkan kandidat:

  • Pertama, daftarkan anggota polisi yang kamu anggap layak via formulir online.
  • Jangan lupa isi identitas kamu sebagai pengusul: nama lengkap, email, dan nomor telepon.
  • Lengkapi juga data polisi yang diusulkan: nama, pangkat, tempat bertugas. Kalau ada, foto atau video pendukung akan sangat membantu.
  • Tim redaksi akan memvalidasi setiap informasi yang masuk. Data yang lolos validasi akan diberitakan secara selektif.
  • Selanjutnya, usulan dari publik akan diseleksi hingga menjadi 15 besar oleh Dewan Pakar yang terdiri dari tokoh masyarakat dan institusi kredibel di luar Polri.
  • Aspek penilaian utamanya menyangkut integritas dan dampak nyata bagi masyarakat.
  • Ke-15 kandidat terpilih akan diprofilkan dan diuji publik.
  • Dari sana, akan terpilih 5 pemenang utama Hoegeng Awards 2026.
  • Penganugerahannya, seperti disebutkan, akan digelar pada Juli 2026.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar