Malam itu di KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, suasana lalu lintas sudah mulai padat. Irjen Agus Suryonugroho, sang Kakorlantas, menyampaikan update terbaru soal arus mudik. Menurutnya, baru sekitar 28% kendaraan yang berhasil keluar dari Ibu Kota. Padahal, proyeksi total kendaraan yang akan melakukan perjalanan mudik ke berbagai daerah seperti Trans Jawa, Jawa Barat, hingga Sumatera mencapai 3,5 juta unit.
"Artinya, kita masih harus mengelola sisa 72%-nya. Masih panjang perjalanan kita," ujar Agus, Senin (16/3/2026) malam lalu.
Dia mengaku masih terus memantau perkembangan. Puncak arus mudik diprediksi bakal terjadi pada tanggal 18 Maret mendatang. Nah, menyambut puncak itulah, skema one way nasional rencananya akan diterapkan.
"Kalau melihat kondisi, perkiraan kita one way akan berlaku tanggal 18. Waktunya mungkin sekitar jam 10 atau 12 siang, nanti kita lihat lagi kepadatannya," tuturnya.
Tak cuma mengandalkan sistem satu arah, polisi juga sudah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Tujuannya jelas: memecah konsentrasi kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik.
Artikel Terkait
Situasi di Pelabuhan Gilimanuk Kembali Kondusif Usai Kepadatan Arus Mudik
Kecelakaan Maut di Pandeglang, Satu Remaja Tewas dan Dua Luka Berat
Ledakan Tabung Gas di Kapal KM Citra Anugrah Tewaskan Dua ABK di Selayar
Pengadilan Selesaikan Pengukuran Tanah Hotel Sultan, Eksekusi Makin Terbuka