Arab Saudi punya pesan tegas untuk Iran: berhati-hatilah. Pemerintah di Riyadh memperingatkan agar Teheran tidak gegabah dalam melancarkan serangan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Intinya, jangan sampai salah langkah.
Peringatan itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Saudi, Pangeran Khalid bin Salman. Ia baru saja bertemu dengan pimpinan militer Pakistan. Dalam pertemuan itu, Khalid menyerukan penghentian serangan Iran, seraya mengingatkan bahwa aksi-aksi semacam itu hanya akan menggerogoti keamanan dan stabilitas di kawasan.
“Kami membahas serangan Iran terhadap Kerajaan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikannya,” tulis Khalid di akun media sosialnya.
“Kami menekankan bahwa tindakan tersebut merusak keamanan dan stabilitas regional dan menyatakan harapan bahwa pihak Iran akan bersikap bijaksana dan menghindari salah perhitungan.”
Menurut laporan dari kantor berita AFP dan Euronews, situasinya memang memanas. Pada Sabtu (7/3/2026) dini hari waktu setempat, serangan drone kembali terjadi di wilayah Saudi. Kementerian Pertahanan setempat melaporkan, empat drone yang menargetkan ladang minyak Shaybah fasilitas raksasa yang terpencil di tengah gurun Empty Quarter berhasil diledakkan di udara.
Ini bukan insiden pertama hari itu. Serangan itu sendiri tercatat sebagai yang kedua dalam hitungan jam saja, menunjukkan intensitas ancaman yang terus berlanjut.
Artikel Terkait
Transportasi Umum di Jakarta Digratiskan 27-28 Juni 2026 dalam Rangka HUT ke-499 Kota
Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026, Masing-masing Tembus Rp16.250 dan Rp17.000 per Liter
Hakim Banding Perberat Kewajiban Uang Pengganti Ariyanto Bakri Jadi Rp21,6 Miliar, Hukuman 16 Tahun Penjara Tetap
Dolar AS Melemah Tipis Menjelang Rilis Data Inflasi, Investor Waspadai Sikap Hawkish The Fed