Arab Saudi punya pesan tegas untuk Iran: berhati-hatilah. Pemerintah di Riyadh memperingatkan agar Teheran tidak gegabah dalam melancarkan serangan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Intinya, jangan sampai salah langkah.
Peringatan itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Saudi, Pangeran Khalid bin Salman. Ia baru saja bertemu dengan pimpinan militer Pakistan. Dalam pertemuan itu, Khalid menyerukan penghentian serangan Iran, seraya mengingatkan bahwa aksi-aksi semacam itu hanya akan menggerogoti keamanan dan stabilitas di kawasan.
“Kami membahas serangan Iran terhadap Kerajaan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikannya,” tulis Khalid di akun media sosialnya.
“Kami menekankan bahwa tindakan tersebut merusak keamanan dan stabilitas regional dan menyatakan harapan bahwa pihak Iran akan bersikap bijaksana dan menghindari salah perhitungan.”
Menurut laporan dari kantor berita AFP dan Euronews, situasinya memang memanas. Pada Sabtu (7/3/2026) dini hari waktu setempat, serangan drone kembali terjadi di wilayah Saudi. Kementerian Pertahanan setempat melaporkan, empat drone yang menargetkan ladang minyak Shaybah fasilitas raksasa yang terpencil di tengah gurun Empty Quarter berhasil diledakkan di udara.
Ini bukan insiden pertama hari itu. Serangan itu sendiri tercatat sebagai yang kedua dalam hitungan jam saja, menunjukkan intensitas ancaman yang terus berlanjut.
Artikel Terkait
Komisi VIII DPR Dorong Kontrak Jangka Panjang Katering Haji demi Efisiensi dan Cita Rasa Nusantara
Indonesia Peringkat Kedua Negara Paling Tangguh Hadapi Krisis Energi Global 2026, Golkar: Buah Kerja Keras Pemerintah
Bareskrim Tangkap Istri dan Dua Anak Bandar Narkoba Ko Erwin di Sumbawa
Menteri Olahraga Italia Tolak Keras Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026