Di Kota Medan, Minggu (4/1/2026) lalu, Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti mengumumkan kabar yang cukup menggembirakan. Pemerintah tengah menggarap revitalisasi besar-besaran untuk 897 sekolah di Sumatera Utara. Anggarannya? Tidak main-main, mencapai Rp852 miliar.
“Direncanakan semuanya selesai 100 persen pada akhir Januari 2026,” ujar Mu’ti dalam acara peresmian bantuan tersebut.
Dia berharap, pada Februari nanti, seluruh fasilitas yang diperbarui itu sudah bisa dipakai untuk menunjang pembelajaran yang lebih berkualitas bagi anak-anak.
Kalau dirinci, proyek ambisius ini mencakup banyak jenjang. Ada 34 PAUD, 400 SD, dan 240 SMP yang mendapat sentuhan. Tidak ketinggalan, 119 SMA, 88 SMK, 11 Sekolah Luar Biasa (SLB), plus 5 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) juga masuk dalam daftar peremajaan.
Lalu, bagaimana progresnya sekarang? Ternyata, dari total itu, 349 sekolah sudah dinyatakan rampung seratus persen. Sementara 117 unit lainnya masuk kategori nyaris jadi, dengan progres antara 95 sampai 99 persen. Namun begitu, masih ada pekerjaan rumah yang cukup banyak: sebanyak 431 sekolah masih dalam tahap pembangunan di bawah 95 persen.
Di sisi lain, pemerintah juga serius mendorong digitalisasi. Untuk mendukung hal itu, sudah disalurkan 17.073 panel interaktif digital (PID) ke berbagai sekolah di Sumut. Masih ada delapan unit lagi yang katanya sedang dalam perjalanan.
“Mudah-mudahan dalam waktu singkat semuanya sudah bisa digunakan, terutama pada semester kedua tanggal 5 Januari ini,” harap Mu’ti.
Fokus kita sekarang ke Kota Medan. Di ibu kota provinsi ini, ada 48 satuan pendidikan yang kebagian revitalisasi tahun 2025. Nilai proyeknya sendiri menyentuh angka Rp47,4 miliar. Rinciannya: tiga PAUD, enam SD, enam SMP, lalu 20 SMA, 11 SMK, dan dua SLB.
Dari jumlah itu, 21 satuan pendidikan dilaporkan sudah selesai sepenuhnya. Tiga satuan lagi tinggal sedikit penyelesaian, dan 24 satuan lainnya masih butuh waktu pengerjaan lebih lama karena progresnya masih di bawah 95 persen.
Soal perangkat digital, Medan dapat jatah yang cukup signifikan. Sebanyak 2.047 unit PID tercatat sudah sampai. Penyalurannya merata: untuk PAUD dapat 359 unit, SD dapat 912 unit, SMP 416 unit, SMA 221 unit, dan SMK 105 unit. Lembaga seperti PKBM, SKB, dan SLB juga mendapat bagian.
Target akhir Januari 2026 memang terasa dekat. Tapi, jika semua berjalan sesuai rencana, anak-anak di Sumut tak lama lagi akan merasakan suasana belajar yang jauh lebih baik dan modern.
Artikel Terkait
AS Yakinkan Mitra Dagang Soal Keberlanjutan Kesepakatan Meski Tarif Baru Berlaku
Defisit APBN Januari 2026 Capai Rp54,6 Triliun, Menkeu: Masih Terkendali
Ekonom INDEF Soroti Potensi Kerugian Rp 4 Triliun dan Waktu Balik Modal Proyek Whoosh Capai 100 Tahun
Menkeu Purbaya Sindir Viral Alumni LPDP: 20 Tahun Lagi Akan Nyese!