Semuanya berlangsung cepat. Pada Sabtu dini hari waktu setempat, langit Caracas dan beberapa wilayah Venezuela lainnya tiba-tiba gemuruh. Serangan udara AS telah dilancarkan. Tak lama berselang, Presiden Donald Trump muncul dengan pengumuman yang menggemparkan: Nicolas Maduro telah ditangkap.
Melalui unggahan di Truth Social, platform media sosial miliknya, Trump dengan lugas menyatakan,
Latar belakang penangkapan ini sebenarnya sudah lama mengendap. Maduro sendiri telah didakwa oleh pengadilan AS sejak 2020 atas sejumlah tuduhan serius, mulai dari terorisme hingga perdagangan narkotika. Itu jadi dasar hukum yang selalu dipegang Washington.
Di sisi lain, langkah militer AS sebetulnya sudah bisa ditebak. Armada laut mereka telah mengepung perairan Venezuela sejak akhir tahun lalu. Waktu itu, alasan yang dikemukakan Trump adalah untuk memutus jaringan penyelundupan narkoba dan minyak yang kena sanksi. Kini, semua itu berujung pada satu titik: pengambilalihan kekuasaan di Caracas.
Artikel Terkait
Seratus Personel Gabungan Basmi Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng
Sekretaris Kabinet Konfirmasi Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat dan Data yang Keliru