Menteri Luar Negeri Yvan Gil, lewat saluran Telegram, mengumumkan langkah diplomatik yang diambil pemerintahnya. "Sebagai tanggapan atas agresi kriminal oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap tanah air kami, kami secara resmi telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan," ujarnya.
Permintaan itu dilayangkan secara resmi oleh Duta Besar Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada. Suratnya sudah beredar. Intinya jelas: Venezuela mendesak sidang darurat Dewan Keamanan PBB segera digelar.
Suasana di ibu kota Venezuela masih mencekam. Warga yang menyaksikan dari balik jendela menggambarkan suasana malam yang tiba-tiba berubah jadi nerana. Lampu-lampu kota, dentuman, lalu kesenyapan yang tak karuan. Situasinya benar-benar di luar dugaan.
Kini, bola ada di pihak PBB. Bagaimana tanggapan dunia internasional menyikapi aksi militer AS yang dramatis ini, kita tunggu saja perkembangannya. Satu hal yang pasti, krisis ini telah membuka babak baru yang sangat berisiko di kawasan.
Artikel Terkait
Harmoni hingga Mangga Besar: Lalu Lintas Bakal Dialihkan Selama 8 Bulan Awal 2026
Vietnam Buka Piala Asia U-23 dengan Kemenangan Telak, Saksikan Seluruh Aksi di VISION+
Iran Berduka: 36 Tewas dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak 2022
Prabowo Tegaskan Swasembada Beras, Fokus Beralih ke Jagung dan Telur