Kehadirannya di desa yang masuk wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, itu bukan tanpa maksud. Bagi Prabowo, ini adalah bentuk komitmen nyata. Sebuah cara untuk menunjukkan bahwa negara hadir, terutama di saat-saat warga sedang berjuang bangkit dari bencana. Ia ingin bersama rakyat di momen yang penuh makna, meninggalkan ibu kota dan langsung turun ke lapangan.
“Saya tugaskan untuk menteri-menteri semua berpencar, mengecek, melihat, memeriksa semua perkembangan di semua daerah yang terdampak,” katanya.
Dalam sambutannya, Prabowo juga menyelipkan rasa syukur. Syukur atas kesehatan dan kekuatan di tengah segala tantangan yang menghadang. Ia mengajak semua untuk tegar dan menjaga kebersamaan. Namun begitu, ada juga pesan kehati-hatian yang disampaikannya.
Menurutnya, Indonesia memang negara besar dan makmur. Tapi kita tidak boleh lengah. Alam, katanya, harus dihormati dan dijaga. “Tidak boleh kita rusak alam,” lanjut Prabowo, “tapi kita waspada karena memang alam itu sering memberi tantangan dan cobaan bagi kita semua.”
Pesan-pesan itu, sederhana namun mengena, menjadi penguat semangat bagi warga Batu Hula. Di balik gemuruh tepuk tangan dan haru, ada harapan baru yang mengambang. Setelah melewati masa-masa sulit, kehadiran presiden dan janji gotong royong itu seperti angin segar. Sebuah awal yang diharapkan bisa membawa perubahan lebih baik di tahun 2026.
Artikel Terkait
Lebih dari 2 Juta Kendaraan Serbu Jalur Mudik di Puncak Nataru 2025
Kembang Api Berubah Senjata, Tawuran Mencemaskan Malam Tahun Baru di Klender
Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi di Awal 2026
TSMC Resmi Luncurkan Chip 2nm, Pacu Laju Revolusi AI Global