Kejari Barru Resmikan Mess Pegawai 16 Kamar, Dukung Program Zero Indekos

- Kamis, 09 April 2026 | 07:00 WIB
Kejari Barru Resmikan Mess Pegawai 16 Kamar, Dukung Program Zero Indekos

Barru, Rabu (8/4/2026) – Suasana di Kejaksaan Negeri Barru pagi itu tampak berbeda. Ada semacam kehangatan di tengah acara seremonial peresmian mess pegawai baru. Fasilitas yang lama dinanti ini akhirnya bisa digunakan, menandai babak baru bagi para aparatur di sana.

Acara itu sendiri jadi momen penting. Hadir langsung Kajati Sulsel, Didik Farkhan Alisyahdi, dalam rangka kunjungan kerjanya. Tak sendirian, dia datang bersama rombongan dari IAD Wilayah Sulsel, termasuk istrinya, Ny. Ery Didik Farkhan. Tampak juga jajaran Forkopimda Barru dan pejabat daerah lainnya, memadati lokasi.

Mess yang kini berdiri itu adalah buah tangan Pemerintah Kabupaten Barru. Mereka mengucurkan anggaran hibah tahun 2025, sekitar Rp 2,5 miliar, untuk mewujudkannya. Hasilnya? Sebuah bangunan dengan 16 kamar yang siap dihuni.

“Saat ini kebutuhan hunian seluruh pegawai Kejari Barru telah terpenuhi,”

kata Kajari Barru, Erik Yudistira, dalam laporannya. Sebuah pernyataan yang pasti melegakan banyak pihak.

Di sisi lain, ini bukan sekadar soal tempat tinggal. Fasilitas ini adalah implementasi nyata dari program ‘Zero Indekos’ yang digaungkan Kejati Sulsel. Tujuannya jelas: memastikan setiap pegawai punya hunian layak agar bisa lebih fokus pada tugas. Kinerja diharapkan ikut terdongkrak.

Menariknya, dukungan datang dari berbagai penjuru. Selain anggaran pemda, Bank Sulselbar turut menyumbang melalui program CSR-nya. Mereka melengkapi kamar-kamar itu dengan tempat tidur dan gorden, hal-hal kecil yang justru bikin hunian terasa lebih hidup.

Sinergi semacam ini, antara kejaksaan dan pemerintah daerah, memang jadi kunci. Kolaborasi itu tak cuma membangun gedung, tapi juga diharapkan menguatkan fondasi penegakan hukum di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kajati Sulsel menyampaikan sejumlah poin penting. Prioritasnya antara lain peningkatan pelayanan publik dan penanganan perkara korupsi. Tapi dia juga menekankan hal yang lebih mendasar: integritas.

Dia mengingatkan seluruh jajaran untuk selalu profesional. Menjauhi segala tindakan yang bisa mencoreng nama institusi, atau diri sendiri.

“Jadilah jaksa atau pegawai yang humanis, sombere (ramah), dan bijaklah dalam menggunakan media sosial,”

pesan Didik Farkhan tegas. Nasihat yang terdengar sederhana, tapi relevan di tengah arus informasi sekarang.

Kunjungan kerja itu pun tak cuma seremonial belaka. Ada sesi dialog terbuka dimana Kajati menyimak langsung keluh kesah dan kendala yang dihadapi staf Kejari Barru. Curhatan itu diharapkan jadi bahan evaluasi berharga untuk perbaikan ke depan.

Pada akhirnya, peresmian mess pegawai ini lebih dari sekadar tambahan aset fisik. Ia adalah simbol komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan, yang pada gilirannya diharapkan berimbas pada kinerja dan pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat Barru.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar