Maju Tak Gentar! Roy Suryo Cs Tolak Mediasi dengan Jokowi, Jadi Tersangka Malah Banjir Dukungan
MURIANETWORK.COM Jalan damai ternyata ditolak mentah-mentah. Melalui kuasa hukumnya, trio RRT Roy Suryo, Rismon Hasiloan, dan Dr. Tifa memutuskan untuk tidak menerima tawaran mediasi dari mantan Presiden Joko Widodo. Padahal, dengan menerima opsi itu, mereka bisa menghindari proses hukum yang berlarut-larut. Kasus ini punya peluang berhenti di Polda Metro Jaya tanpa harus masuk ke ranah pengadilan. Tapi mereka memilih sebaliknya.
Hersubeno Arief, dalam channel YouTube-nya yang mengangkat tema "Maju Tak Gentar! Roy Suryo Cs Tolak Mediasi dengan Jokowi, Jadi Tersangka Malah Banjir Dukungan" pada 20 November 2025, mengungkapkan bahwa sikap mereka justru punya pesan kuat. Menurut Hersubeno, penolakan ini bukan sekadar sikap keras kepala. Ini soal prinsip. Mereka ingin kasus ini diuji secara terbuka di pengadilan, bukan diselesaikan lewat kompromi politik yang tertutup.
“Di sinilah letak menariknya,” ujar Hersubeno. “Mereka percaya bahwa hanya pengadilan yang bisa mengungkap inti masalah: keaslian ijazah Jokowi.”
Dia menambahkan, persoalan ijazah itulah yang jadi akar masalah hingga akhirnya berujung pada pelaporan dan penetapan tersangka. Dan menurut Hersubeno, selama ini Jokowi justru dinilai menghindari jalur pengadilan.
Faktanya, dua kali mediasi terkait ijazah di Pengadilan Surakarta berakhir tanpa hasil. Jokowi tidak hadir dan menolak membuka dokumen. Padahal, sebelumnya dia berjanji akan menunjukkan ijazah asli jika hakim memerintahkan. Karena itulah, trio RRT justru menunggu kasus ini bergulir ke pengadilan. Di sanalah hakim punya wewenang memerintahkan pembuktian dokumen secara resmi.
“Tanpa pembuktian itu, laporan Jokowi ke Polda sebenarnya kurang memenuhi unsur,” tegas Hersu. “Mungkin itu sebabnya Roy Suryo dan kawan-kawannya terlihat tak gentar.”
Di sisi lain, penolakan mediasi justru memicu gelombang dukungan yang tak terduga. Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Roy Suryo dan kawan-kawannya justru mendapat simpati luas. Dukungan itu tak hanya ramai di media sosial, tapi juga terlihat nyata. Saat mereka memenuhi panggilan pemeriksaan di Polda Metro Jaya, banyak masyarakat yang datang mendampingi dengan antusias.
“Masyarakat melihat mereka bukan cuma sebagai tersangka, tapi seperti pahlawan. Pihak yang berani ambil risiko demi transparansi dan keadilan,” ungkap Hersubeno.
Alih-alir meredam perdebatan, upaya kriminalisasi yang dilakukan Jokowi justru berbalik arah. Ternyata, efek jera yang diharapkan tak kunjung datang. Malah, sebaliknya.
“Jadi, niat Jokowi untuk meredam dan membuat efek jera dengan menjadikan Roy Suryo cs tersangka, ternyata keliru,” jelas Hersubeno Arief. (Ys)
Artikel Terkait
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India