Rina, seorang pengunjung berusia 24 tahun, membenarkan daya tarik tempat ini.
“Di sini rasanya seperti kembali ke masa lalu, tenang dan masih sangat alami,” ujarnya.
Namun begitu, warga Bulak Pepe sadar betul. Mereka berusaha menjaga keseimbangan yang pas antara mempertahankan tradisi dan menyambut perkembangan zaman. Harapannya sederhana tapi mendalam: agar Kampung Kerbau Bulak Pepe tak hanya sekadar destinasi wisata belaka. Lebih dari itu, mereka ingin tempat ini menjadi simbol nyata pelestarian budaya, tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam yang masih terjaga di tanah Ngawi.
Artikel Terkait
Israel Serang Fasilitas Nuklir dan Industri Iran, Korban Jiwa Berjatuhan
Arus Balik H+7, Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek
Pemprov DKI Siap Ikuti Arahan Pusat Terkait WFH/WFA
Justin Hubner Tangkap Ambisi Besar Pelatih Baru John Herdman untuk Timnas Indonesia