Hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sepuluh hari, sirene peringatan kembali berbunyi. Kali ini di langit Iran. Israel melancarkan serangkaian serangan udara yang, menurut laporan, menyasar sejumlah fasilitas strategis di jantung negara itu.
Serangan itu terjadi di kota Yazd, wilayah tengah Iran. Sasaran yang disebut-sebut adalah sebuah pabrik pengolahan uranium dan beberapa kompleks industri baja. Angkatan Udara Israel, seperti dikutip Al Jazeera, menyatakan pabrik yang diserang terkait dengan ekstraksi bahan baku untuk pengayaan uranium. Badan Energi Atom Iran sendiri mengakui serangan tersebut, meski menegaskan tidak ada korban jiwa atau kebocoran radioaktif yang terjadi.
Namun begitu, daftar sasaran ternyata lebih panjang. Kompleks Reaktor Air Berat Khondab juga tak luput dari serangan. Begitu pula dua pabrik baja raksasa: fasilitas Khuzestan dan Mobarakeh di Isfahan. Serangan-serangan ini jelas bukan tindakan kecil.
Respon Iran datang cepat. Menteri Luar Negeri mereka, Abbas Araghachi, langsung bersuara lewat media sosial X.
Artikel Terkait
Jasa Marga Operasikan Japek II Selatan untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Kemenhub Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026, Imbau Masyarakat Hindari Keberangkatan Serempak
Arus Balik H+7, Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek
Pemprov DKI Siap Ikuti Arahan Pusat Terkait WFH/WFA