Iran mengklaim telah mengerahkan lebih dari satu juta pasukan. Klaim ini disampaikan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan invasi darat yang dilancarkan Amerika Serikat. Laporan ini pertama kali muncul di media pemerintah Iran, Tasnim, dan kemudian dilansir oleh sejumlah outlet internasional.
Menurut seorang pejabat militer Iran yang enggan disebutkan namanya, gelombang pendaftaran untuk bergabung dengan berbagai lini pertahanan negara itu juga melonjak. “Permintaan dari pemuda Iran untuk masuk ke milisi Basij, Korps Garda Revolusi Islam, dan tentara reguler meningkat drastis belakangan ini,” ujarnya.
“Ada semangat membara di antara pasukan darat kami,” tambah pejabat itu dengan nada percaya diri. “Jika AS nekat membuka front di selatan, kami siap mengubah wilayah ini jadi neraka bagi mereka.”
Di sisi lain, spekulasi mengenai invasi darat AS ini terkait erat dengan upaya Washington membuka Selat Hormuz. Selat itu adalah jalur pelayaran vital untuk minyak dan gas global, dan saat ini menjadi titik panas ketegangan. Pejabat Iran itu menegaskan, “Kalau AS coba buka Selat Hormuz dengan cara yang merusak diri mereka sendiri, silakan. Kami sudah siap menghadapi segala skenario.”
Meski disebutkan bahwa negosiasi antara kedua negara masih berlangsung, langkah-langkah militer AS justru mengisyaratkan hal sebaliknya. Washington tampaknya serius mempertimbangkan opsi darat. Buktinya, mereka telah memindahkan ribuan pasukan ke kawasan Timur Tengah.
Sekitar 5.000 Marinir yang sebelumnya berada di Jepang dan California telah dikerahkan. Belum lagi sekitar 2.000 personel dari Divisi Lintas Udara ke-82, unit elit Angkatan Darat AS, yang juga dikirim ke wilayah tersebut.
Pergerakan pesawat angkut militer AS di wilayah udara Uni Emirat Arab semakin memperkuat indikasi ini. Pesawat jenis Globemaster III, yang terkenal andal mengangkut pasukan dan logistik dalam operasi besar seperti di Afghanistan dan Irak, terpantau aktif bermanuver. Semua ini bukanlah hal sepele; ini adalah persiapan logistik khas untuk sebuah operasi militer berskala besar.
Jadi, situasinya benar-benar memanas. Iran dengan pasukan satu juta plus semangat juang yang menggebu, berhadapan dengan AS yang perlahan tapi pasti mengumpulkan kekuatan tempurnya di depan pintu. Apa yang akan terjadi berikutnya? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Persib Bandung Juara Super League 2025-2026, Eliano Reijnders Tiru Selebrasi Ikonis Kakaknya di Manchester City
Rekening Tabungan Pelajar Tembus 59 Juta, OJK Catat Simpanan Capai Rp29 Triliun
Kebakaran di Kalideres Hanguskan Lapak dan Tiga Rumah Kontrakan, Kerugian Capai Rp1 Miliar
Imigrasi Buka Layanan Paspor di CFD Bundaran HI, Warga: Tak Perlu Cuti demi Urus Dokumen