Iran mengklaim telah mengerahkan lebih dari satu juta pasukan. Klaim ini disampaikan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan invasi darat yang dilancarkan Amerika Serikat. Laporan ini pertama kali muncul di media pemerintah Iran, Tasnim, dan kemudian dilansir oleh sejumlah outlet internasional.
Menurut seorang pejabat militer Iran yang enggan disebutkan namanya, gelombang pendaftaran untuk bergabung dengan berbagai lini pertahanan negara itu juga melonjak. “Permintaan dari pemuda Iran untuk masuk ke milisi Basij, Korps Garda Revolusi Islam, dan tentara reguler meningkat drastis belakangan ini,” ujarnya.
“Ada semangat membara di antara pasukan darat kami,” tambah pejabat itu dengan nada percaya diri. “Jika AS nekat membuka front di selatan, kami siap mengubah wilayah ini jadi neraka bagi mereka.”
Di sisi lain, spekulasi mengenai invasi darat AS ini terkait erat dengan upaya Washington membuka Selat Hormuz. Selat itu adalah jalur pelayaran vital untuk minyak dan gas global, dan saat ini menjadi titik panas ketegangan. Pejabat Iran itu menegaskan, “Kalau AS coba buka Selat Hormuz dengan cara yang merusak diri mereka sendiri, silakan. Kami sudah siap menghadapi segala skenario.”
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Bahas Stabilitas Kawasan dengan Menteri Keamanan China
PM Malaysia Anwar Ibrahim Bahas Konflik Timur Tengah dengan Presiden Prabowo di Jakarta
INSA Serap Inovasi Otomatisasi dan Dekarbonisasi dari Galangan Kapal Singapura
Prabowo Bahas Proyek Energi dan KEK Baru dengan Investor Legendaris Ray Dalio