Meski disebutkan bahwa negosiasi antara kedua negara masih berlangsung, langkah-langkah militer AS justru mengisyaratkan hal sebaliknya. Washington tampaknya serius mempertimbangkan opsi darat. Buktinya, mereka telah memindahkan ribuan pasukan ke kawasan Timur Tengah.
Sekitar 5.000 Marinir yang sebelumnya berada di Jepang dan California telah dikerahkan. Belum lagi sekitar 2.000 personel dari Divisi Lintas Udara ke-82, unit elit Angkatan Darat AS, yang juga dikirim ke wilayah tersebut.
Pergerakan pesawat angkut militer AS di wilayah udara Uni Emirat Arab semakin memperkuat indikasi ini. Pesawat jenis Globemaster III, yang terkenal andal mengangkut pasukan dan logistik dalam operasi besar seperti di Afghanistan dan Irak, terpantau aktif bermanuver. Semua ini bukanlah hal sepele; ini adalah persiapan logistik khas untuk sebuah operasi militer berskala besar.
Jadi, situasinya benar-benar memanas. Iran dengan pasukan satu juta plus semangat juang yang menggebu, berhadapan dengan AS yang perlahan tapi pasti mengumpulkan kekuatan tempurnya di depan pintu. Apa yang akan terjadi berikutnya? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Relaksasi Produksi dan Bea Keluar untuk Dongkrak Penerimaan Negara
Netflix Naikkan Harga Seluruh Paket Langganan di AS
Filipina Tetap Gelar KTT ASEAN di Tengah Status Darurat Energi
Menteri Keuangan: Dana THR ASN Sudah Siap, Tunggu Pengajuan dari K/L