Waspada Microsleep, Ancaman Tersembunyi bagi Pemudik Arus Balik

- Jumat, 27 Maret 2026 | 15:50 WIB
Waspada Microsleep, Ancaman Tersembunyi bagi Pemudik Arus Balik

Arus balik Lebaran selalu jadi momen yang menantang. Jalanan padat, perjalanan molor, dan rasa lelah yang menumpuk. Nah, salah satu bahaya tersembunyi di balik kemudi adalah microsleep. Istilah itu merujuk pada kondisi ketika seseorang tertidur selama hitungan detik tanpa sadar, biasanya karena kelelahan ekstrem atau kurang tidur.

Kondisi ini sangat rentan dialami pemudik yang menyetir sendiri. Bayangkan saja, perjalanan pulang kampung seringkali jauh lebih melelahkan dibanding perjalanan biasa. Ditambah lagi, volume kendaraan di tol dan jalan umum lainnya melonjak drastis. Akibatnya? Macet tak terelakkan dan waktu tempuh pun membengkak.

Nah, menyetir berjam-jam dalam situasi seperti itu jelas meningkatkan risiko microsleep. Menurut sejumlah saksi dan laporan, kondisi ini berbahaya banget. Dalam sekejap, pengemudi bisa kehilangan fokus dan kendali atas mobilnya. Cukup beberapa detik saja untuk memicu musibah.

Lalu, bagaimana cara mengantisipasinya? Berikut beberapa tips yang bisa dicoba agar perjalanan arus balik Lebaran 2026 tetap aman.

1. Jangan Tahan, Segera Istirahat

Menyetir nonstop itu bikin capek, baik buat tubuh maupun otak. Usahakan berhenti tiap 2 atau 3 jam sekali. Manfaatkan rest area untuk sekadar meregangkan badan, jalan kaki sebentar, atau kalau perlu, tidur singkat 15-30 menit. Istirahat singkat terbukti ampuh mengembalikan konsentrasi yang buyar.

2. Utamakan Tidur Nyenyak Sebelum Berangkat

Ini dasar banget, tapi sering diabaikan. Kualitas tidur di malam sebelumnya sangat menentukan stamina Anda di jalan. Targetkan tidur 6-8 jam sebelum berangkat. Hindari begadang, apalagi kalau rencananya menyetir jarak jauh. Tubuh yang segar bakal menjaga refleks dan fokus tetap tajam.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar