Netflix kembali mengencangkan ikat pinggang para pelangggannya. Platform streaming raksasa itu baru saja menaikkan harga semua paket langganannya di Amerika Serikat. Langkah ini ditempuh di tengah gencarnya mereka menghadirkan konten baru, mulai dari podcast video hingga siaran olahraga langsung.
Mulai sekarang, buat yang mau tetap nonton dengan harga lebih murah dan rela diselingi iklan, harus merogoh kocek USD 8,99 per bulan. Itu naik satu dolar dari harga sebelumnya. Kalau dirupiahkan, sekitar Rp152 ribu.
Untuk paket standar, kenaikannya lebih signifikan. Harganya melonjak dua dolar AS, jadi USD 19,99 atau sekitar Rp338 ribu per bulan. Informasi ini terpampang jelas di situs resmi Netflix.
Lalu bagaimana dengan paket premium? Pilihan dengan kualitas 4K dan layar ganda ini sekarang dipatok USD 26,99. Naik dua dolar dari posisi sebelumnya di angka USD 24,99. Bagi sebagian orang, selisih itu mungkin setara dengan segelas kopi kekinian. Tapi bagi jutaan pelanggan, akumulasinya tentu tidak kecil.
Tak cuma itu, biaya tambahan untuk anggota ekstra di satu akun juga ikut naik. Untuk paket beriklan, biayanya jadi USD 7,99. Sementara yang tanpa iklan, dikenakan tarif USD 9,99.
Perlu diingat, pilihan pelanggan sebenarnya sudah menyusut sejak 2023 lalu. Kala itu, Netflix menghapus paket dasar tanpa iklan. Alhasil, sekarang pilihannya cuma dua: paket standar dengan iklan, atau langsung loncat ke premium yang harganya lebih tinggi. Platform yang kini menaungi lebih dari 325 juta pelanggan global ini memang sedang mengubah strategi.
Menurut analis dari TD Cowen, penyesuaian harga terbaru ini bakal mendongkrak pendapatan rata-rata per pengguna di AS dan Kanada. Estimasi kenaikannya sekitar 6 persen secara tahunan pada 2026. Sebelumnya, Netflix terakhir menaikkan harga di awal tahun 2025.
Dari laporan keuangan, kinerja Netflix terbilang solid. Untuk kuartal Oktober-Desember, mereka meraup pendapatan USD 12,1 miliar. Angka itu sedikit mengungguli proyeksi yang dibuat para analis pasar.
Di sisi lain, langkah strategis Netflix juga terlihat dari keputusannya mundur dari proses akuisisi aset Warner Bros. pada Februari lalu. Mundurnya Netflix membuka jalan bagi Paramount Skydance untuk mengambil alih studio legendaris itu dengan kesepakatan fantastis senilai USD 110 miliar.
Artikel Terkait
Nama Nenad Bacina Muncul dalam Bursa Calon Pelatih PSM Makassar Musim Depan
BMKG: Cuaca Jakarta Saat Idul Adha Cerah Berawan, Hujan Ringan di Malam Hari
Fabregas Bawa Como 1907 ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya, Manajemen Beri Kontrak Baru Rp92,6 Miliar
Industri Tambang Desak Kepastian Hukum Transisi Ekspor ke Badan Baru PT Danantara