Survei Fox News: Penolakan Terhadap Trump Capai Titik Tertinggi, Mayoritas Kritik Kebijakan Iran

- Jumat, 27 Maret 2026 | 15:45 WIB
Survei Fox News: Penolakan Terhadap Trump Capai Titik Tertinggi, Mayoritas Kritik Kebijakan Iran

Angka-angka terbaru ini cukup mencengangkan. Survei Fox News yang dirilis Rabu lalu menunjukkan, tingkat penolakan terhadap Donald Trump melonjak ke titik tertinggi sepanjang dua masa jabatannya. Tercatat, 59 persen pemilih terdaftar kini tak lagi menyetujui cara dia memimpin negeri itu.

Yang menarik, hampir setengah dari mereka tepatnya 47 persen mengaku sangat tidak setuju. Hanya 41 persen yang memberi dukungan, dan dari angka itu, baru sekitar 22 persen yang menyatakan dukungan kuat.

Ini bukan kali pertama, tentu saja. Namun begitu, angkanya memang lebih buruk. Di masa jabatan keduanya, puncak penolakan sebelumnya adalah 58 persen pada November lalu. Sementara di periode pertama, rekor tertingginya 'hanya' 57 persen, tercapai pada Oktober 2017.

Di sisi lain, kebijakan luar negerinya juga menuai kritik pedas. Sebanyak 62 persen responden tak setuju dengan agenda global Trump secara keseluruhan. Lebih spesifik lagi, penanganannya terhadap konflik dengan Iran ditolak oleh 64 persen orang. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang masa jabatan pertamanya dulu, yang puncak ketidaksetujuannya berkisar di 56 persen.

Soal Iran, publik Amerika tampaknya semakin khawatir. Survei yang sama mengungkap, 58 persen pemilih menentang operasi militer AS di negara tersebut. Hanya 42 persen yang mendukung, itupun dengan semangat yang setengah hati hanya 20 persen yang sangat mendukung.

“TIDAK ADA JALAN KEMBALI, dan itu tidak akan menyenangkan!”

Itu ancaman Trump lewat media sosial, menuntut negosiator Iran untuk serius. Tapi nada kerasnya sepertinya tak banyak mengubah persepsi publik. Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang terbit sehari sebelumnya punya cerita serupa: persetujuan terhadap Trump anjlok ke 36 persen, sementara yang tidak setuju membengkak jadi 62 persen.

Publik juga pesimis. Sekitar 52 persen meyakini bahwa tindakan AS di Iran tidak berjalan baik. Hampir separuh responden tepatnya 44 persen bahkan merasa aksi militer justru akan membuat Amerika kurang aman.

Suasana memang sedang memanas. AS dan Iran saling bersikukuh dengan rencana perdamaian masing-masing. Teheran menolak mentah-mentah proposal 15 poin dari Washington, lalu mengajukan drafnya sendiri yang menegaskan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz dan menuntut ganti rugi.

Survei Fox News ini dilakukan pada 20-23 Maret, melibatkan seribu lebih responden. Margin of error-nya sekitar tiga persen. Angka-angka itu kini menggantung, menunggu respons berikutnya dari Gedung Putih.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar