Jakarta – Lagi-lagi, sistem perpajakan Coretax jadi sorotan. Kali ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap persoalan yang cukup mengejutkan. Ternyata, ada vendor yang kinerjanya lambat dan sudah dihentikan, diam-diam dipakai lagi. Entah bagaimana caranya.
Purbaya tak menyembunyikan keheranannya. “Ada yang kontrak dengan satu vendor yang kita sudah berhentiin karena lelet service-nya, dimasukin lagi diam-diam,” ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat lalu.
Suaranya terdengar kesal. Masalahnya, hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan kementeriannya.
Di sisi lain, menteri ini juga mengakui desain awal Coretax punya masalah fundamental. Sistem itu, menurutnya, kurang ramah pengguna. Alih-alih langsung terhubung dengan masyarakat untuk mempermudah, justru dibuat berbelit. Ada lapisan aplikasi tambahan yang disisipkan.
“Harusnya langsung interface dengan masyarakat biar gampang, tapi dibuat agak rumit supaya di tengahnya ada aplikasi sendiri,” jelas Purbaya.
Ada Apa di Balik Kerumitan Itu?
Rupanya, kerumitan itu punya ‘nilai jual’. Lapisan antarmuka tambahan itu dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyediakan layanan tentu saja berbayar kepada perusahaan-perusahaan besar. Purbaya mengaku baru tahu soal praktik ini. Dan ini jelas menimbulkan tanda tanya besar.
Muncul dugaan kuat ada kepentingan bisnis di balik tata kelola sistem yang seharusnya transparan ini.
Untuk saat ini, prioritas pemerintah adalah menjaga stabilitas Coretax. Biar bagaimanapun, proses pelaporan pajak harus tetap jalan lancar. Tapi, setelah masa pelaporan rampung, niat Purbaya sudah bulat. Evaluasi dan pembersihan menyeluruh akan dilakukan.
“Kita amankan dulu semua Coretax-nya, habis itu saya bersihin yang ruang interface yang sengaja diciptakan itu,” tegasnya.
Nada suaranya tegas. Ancaman itu jelas ditujukan kepada siapa pun yang dianggap menyemrawutkan sistem dan mencari keuntungan pribadi dari proyek negara.
Artikel Terkait
AS Monaco Resmi Aktifkan Opsi Pembelian Ansu Fati dari Barcelona Senilai 11 Juta Euro
James Milner Pensiun di Usia 40 Tahun, Tutup Karier 24 Musim dengan Rekor 658 Laga di Premier League
Kemenag Sembelih 12 Sapi dan 6 Kambing, Salurkan 1.200 Paket Daging Kurban serta Santunan Anak Yatim
Pelaku Curanmor Bersenpi Tewas Ditembak, Polisi Ringkus Satu Komplotan di Tulang Bawang