JAKARTA – Musim Moto3 2026 baru saja melintasi dua seri pembukanya. Yang menarik, ada tiga rookie yang langsung menarik perhatian: Brian Uriarte, Hakim Danish, dan Veda Ega Pratama. Mereka bukan pemain baru yang asing satu sama lain. Rivalitas ketiganya sudah dimulai sejak tahun lalu di ajang Red Bull Rookies Cup. Nah, bagaimana kabar mereka sekarang di panggung yang lebih besar?
Jawabannya, setidaknya untuk sementara, cukup jelas. Veda Ega Pratama, remaja asal Gunungkidul itu, tampil lebih unggul. Di Thailand dan Brasil, dialah yang konsisten berada di depan dibandingkan kedua rival lamanya.
Memang, sejarah mereka cukup berliku. Di Rookies Cup 2025, Brian Uriarte-lah yang jadi juara. Veda harus puas di posisi kedua, sementara Hakim Danish menempati podium ketiga. Persaingan itu kini berlanjut. Dan sejauh ini, Veda yang tampil lebih adaptif.
Balapan di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Minggu lalu, adalah buktinya. Hakim Danish sempat memberi harapan dengan start impresif dari grid ketiga. Veda dan Brian start dari posisi keempat dan keenam. Tapi balapan tak cuma soal start, bukan?
Di tikungan-tikungan terakhir, Veda berhasil mempertahankan posisinya dengan cermat. Hasilnya? Podium ketiga! Sebuah pencapaian bersejarah yang menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang naik podium di kelas Moto3.
Sayangnya, nasib baik tak menghampiri Hakim dan Brian. Mereka harus berjuang keras di kerumunan pembalap tengah. Hakim finis kesepuluh, Brian menyusul tepat di belakangnya di posisi kesebelas. Jarak yang cukup jauh dari Veda.
Sebenarnya, tren positif Veda sudah terlihat sejak seri pertama di Thailand awal Maret lalu. Saat itu dia finis kelima. Brian di posisi ketujuh. Hakim? Harus puas di urutan ke-18 setelah mengalami masalah teknis.
Dua balapan ini jelas memberi dampak besar di klasemen sementara. Veda Ega melesat ke posisi ketiga dengan 27 poin. Brian Uriarte ada di peringkat delapan (14 poin), sementara Hakim Danish bertahan di posisi ketiga belas dengan 6 poin. Selisihnya cukup signifikan.
Musim masih sangat panjang, tentu saja. Banyak hal bisa terjadi. Tapi kalau Veda bisa mempertahankan konsistensi dan mentalnya seperti sekarang, siapa yang sangka? Gelar juara dunia mungkin bukan lagi sekadar mimpi. Rivalitas ketiganya pasti akan terus panas di seri-seri mendatang.
Klasemen Sementara Moto3 2026 (Usai Brasil):
- Maximo Quiles (Aspar, KTM) – 45 poin.
- Marco Morelli (Aspar, KTM) – 28 poin.
- Veda Ega Pratama (Honda Team Asia, Honda) – 27 poin.
- Alvaro Carpe (KTM Ajo, KTM) – 26 poin.
- David Almansa (Intact GP, KTM) – 25 poin
- Valentin Perrone (KTM Tech3, KTM) – 25 poin.
- Adrian Fernandez (Leopard, Honda) – 18 poin.
- Brian Uriarte (KTM Ajo, KTM) – 14 poin.
- Casey O’Gorman (SIC58, Honda) – 12 poin.
- Guido Pini (Leopard, Honda) – 11 poin
- Rico Salmela (KTM Tech3, KTM) – 10 poin.
- Joel Esteban (MTA, KTM) – 7 poin.
- Hakim Danish (MSI, KTM) – 6 poin.
- David Munoz (Intact GP, KTM) – 6 poin.
- Joel Kelso (MLav Racing, Honda) – 6 poin.
- Adrian Cruces (CIP Green Power, KTM) – 6 poin.
- Scott Ogden (CIP Green Power, KTM) – 4 poin.
- Ryusei Yamanaka (MSI, KTM) – 2 poin.
- Eddie O’Shea (MLav Racing, Honda) – 2 poin.
- Zen Mitani (Honda Team Asia, Honda) – 0 poin.
- Leo Rammerstorfer (SIC58, Honda) – 0 poin.
- Jesus Rios (Snipers, Honda) – 0 poin.
- Nicola Carraro (Snipers, Honda) – 0 poin.
- Cormac Buchanan (CODE, Honda) – 0 poin.
- Ruche Moodley (CODE, Honda) – 0 poin.
- Matteo Bertelle (MTA, Honda) – 0 poin.
Artikel Terkait
Konflik Pecah di Ruang Ganti Real Madrid, Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku Hantam dengan Tchouameni
Mantan Bek Bayern Niklas Süle Pensiun di Usia 30 Tahun Akibat Rentetan Cedera
PSM Makassar Buktikan Daya Tarik sebagai Rumah Pemain Asing: Yuran dan Victor Luiz Bertahan di Tengah Isu Sanksi FIFA
PSM Makassar Buktikan Diri Masih Jadi Rumah Nyaman bagi Pemain Asing di Tengah Ancaman Sanksi FIFA