Laga Borneo FC vs Persib Sarat Cerita Transfer Panjang

- Minggu, 15 Maret 2026 | 16:30 WIB
Laga Borneo FC vs Persib Sarat Cerita Transfer Panjang

SAMARINDA Minggu ini, Stadion Segiri bakal jadi saksi duel sengit. Borneo FC Samarinda akan menjamu Persib Bandung. Tapi, di balik hiruk-pikuk persaingan di lapangan, ada cerita lain yang bikin laga ini makin berasa. Hubungan antara kedua klub ini ternyata cukup erat, terutama soal urusan jual-beli pemain. Ya, sejarah transfer yang panjang membuat duel ini tak cuma soal tiga angka.

Persib, dalam beberapa tahun terakhir, terlihat cukup jeli memetik buah dari Samarinda. Beberapa pemain yang direkrut dari Borneo FC ternyata sukses besar di Bandung. Jadi, pertemuan kali ini bukan cuma soal taktik, tapi juga soal sentimen dan kenangan.

Adam Alis, dari Pinjaman Jadi Pilar

Ambil contoh Adam Alis. Gelandang ini awalnya cuma status pinjaman dari Borneo. Tapi, permainannya yang solid bikin manajemen Persib kepincut. Mereka tak ragu memberinya kontrak permanen hingga 2027.

Keputusan itu terbukti brilian. Di musim 2024/2025, Alis langsung jadi andalan. Dua gol dan tiga assist ia catat dari 33 laga. Kontribusinya itu jelas membantu Persib mempertahankan gelar juara. Di tangan pelatih Bojan Hodak, perannya sebagai penyeimbang di lini tengah sangat krusial.

Kini di usia 32 tahun, posisinya belum tergoyahkan. Musim 2025/2026 ini, ia sudah main 18 kali dan mengemas dua assist. Performanya tetap konsisten.

Berguinho, si Kreator dari Brasil

Kesuksesan Adam Alis rupanya membuka jalan. Persib kembali melirik gudangnya Borneo FC. Kali ini, mereka memboyong gelandang kreatif asal Brasil, Berguinho, pada 1 Juli 2025.

Adaptasinya bisa dibilang cepat. Musim ini, dalam 19 penampilan, ia sudah bikin satu gol dan yang lebih impresif tujuh assist. Total menit bermainnya nyaris 1.200, bukti kepercayaan pelatih padanya.

Bersama Alis, dia membentuk duet tengah yang kompak. Satu jaga pertahanan, satu lagi yang nyetir serangan. Kombinasi ini jadi salah satu senjata andalan Persib.

Di sisi lain, hubungan transfer kedua klub ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Bukan cuma soal pemain inti.

Nama-nama seperti Billy Keraf dan Wildansyah dulu juga pernah merasakan jersey kedua tim. Bahkan bek Indra Mustafa pindah ke Borneo dengan status bebas transfer di 2021/2022. Perpindahan terjadi sampai ke level akademi, dengan pemain muda seperti Jovan Pratama dan Aliep Munajat yang berpindah kubu.

Isu Panas: Mariano Peralta

Nah, yang lagi hangat dibicarakan sekarang adalah Mariano Peralta. Winger Borneo FC ini disebut-sebut masuk radar Persib jelang penutupan bursa transfer. Kabarnya, Maung Bandung siap menebus klausul rilisnya.

Alasannya jelas. Persib butuh tenaga segar di sayap untuk menjaga ritme hingga akhir musim. Kalau ini terjadi, poros pemain Argentina di Persib bakal makin kuat. Saat ini sudah ada Patricio Matricardi dan Luciano Guaycochea. Kehadiran Peralta akan melengkapi rantai itu dari belakang sampai depan.

Strategi membangun tim berdasarkan "poros" kebangsaan ini memang terlihat di Persib. Selain Argentina, ada poros pemain naturalisasi Belanda seperti Klok dan Haye, juga kelompok pemain Brasil. Tujuannya sederhana: memudahkan adaptasi lewat kesamaan bahasa dan budaya.

Menariknya, Peralta bukan wajah baru buat Bobotoh. Musim lalu, dialah yang menyakiti Persib dengan dua gol saat membela Borneo FC. Kemampuannya mengocok pertahanan dari kedua sisi sayap bikin dia ancaman serius.

Lebih dari Sekadar Poin

Jadi, pertandingan nanti di Segiri jelas sarat cerita. Ini bukan cuma perebutan poin di klasemen. Ada narasi emosional di dalamnya. Bagi pemain seperti Adam Alis dan Berguinho, ini laga spesial melawan mantan klub.

Jika mereka tampil gemilang, tentu akan jadi pembuktian manis bagi keputusan Persib merekrut mereka. Dan di tengah panasnya pertandingan, satu pertanyaan akan tetap menggantung: Akankah Mariano Peralta menjadi babak baru dalam hubungan rumit antara Borneo FC dan Persib Bandung? Kita tunggu saja jawabannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar