Video Viral: Juru Parkir di Makassar Acungkan Pisau Saat Bentrok dengan Warga

- Kamis, 26 Maret 2026 | 14:00 WIB
Video Viral: Juru Parkir di Makassar Acungkan Pisau Saat Bentrok dengan Warga

Makassar digegerkan oleh sebuah video. Video itu, yang kini menyebar luas di media sosial, menampilkan keributan sengit antara seorang juru parkir dan sejumlah warga di kawasan Antang. Suasana sore di Bukit Baruga, Rabu (25/3) lalu, mendadak berubah mencekam.

Dari rekaman yang beredar, terlihat jelas sang juru parkir mengenakan rompi hijau khasnya sedang terpojok. Dia dikepung oleh segerombolan warga yang emosinya sudah memuncak. Nahas, situasi yang sudah panas itu kemudian berubah jadi lebih buruk. Saat didesak mundur, si jukir ternyata mengeluarkan senjata tajam. Sebilah pisau dia acungkan, mencoba menghalau serangan yang datang bertubi-tubi.

Di sisi lain, warga yang marah pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan apa saja yang ada di sekitar. Balok kayu, potongan bambu, bahkan batu beterbangan menghantam ke arah pria itu. Suara teriakan dan benturan benda-benda keras memenuhi udara. Meski terlihat kewalahan dan terus mundur, si juru parkir masih beberapa kali melakukan perlawanan sambil tetap mengacungkan pisaunya.

Keributan ini tentu saja menarik perhatian. Warga sekitar yang menyaksikan langsung pun berhamburan, ada yang sekadar menonton dengan cemas, tak sedikit juga yang berusaha turun tangan.

Beberapa orang tampak berupaya melerai, menyelipkan diri di antara kedua pihak yang bertikai. Mereka berteriak meminta agar semuanya tenang, berusaha mencegah situasi agar tidak berujung lebih tragis lagi.

Menurut sejumlah saksi yang melihat langsung, awal mula keributan ini diduga kuat bermula dari perselisihan soal tarif parkir. Hal sepele yang biasa terjadi, tapi kali ini memicu amuk massa. Sampai tulisan ini dibuat, pihak berwajib dikabarkan sudah memproses laporan kejadian tersebut.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar