Prabowo Beri Sinyal Keras: Penertiban Hutan Baru Dimulai, Denda Bisa Ratusan Triliun

- Rabu, 24 Desember 2025 | 20:15 WIB
Prabowo Beri Sinyal Keras: Penertiban Hutan Baru Dimulai, Denda Bisa Ratusan Triliun

JAKARTA – Di hadapan para petugas, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi yang tegas. Kerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dinilainya luar biasa. Bagaimana tidak? Mereka berhasil mengembalikan fungsi hutan seluas 4 juta hektare dan memulihkan kerugian negara yang terlanjur ditimbulkan. Tak cuma pujian, Prabowo juga punya pesan khusus: jangan ragu bertindak.

Satgas ini sendiri, menurutnya, sengaja dibentuk tak lama setelah ia menjabat. “Baru sekitar tiga bulan,” ujarnya.

“Jangan ragu-ragu, tidak pandang bulu. Jangan mau dilobi sini, dilobi sana. Tegakkan peraturan, selamatkan kekayaan negara,” tegas Prabowo.

Pernyataan itu disampaikannya dalam acara penyerahan Rp6,6 triliun dari Satgas PKH di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Namun begitu, angka triliunan itu disebutnya baru permulaan. Masih ada pekerjaan rumah yang jauh lebih besar. Kerugian negara sesungguhnya, menurut Prabowo, amat sangat besar.

“Kalau kita teliti dengan baik, mungkin dendanya ratusan triliun harus dibayar,” katanya.

Lalu ia menambahkan dengan nada tegas, “Ada yang bandel, mungkin anggap sepele, ya kita sudah buktikan dan kita akan buktikan bahwa kita tidak main-main.”

Di sisi lain, Prabowo paham betul medan yang dihadapi anak buahnya. Tantangannya nyata dan berat. Bayangkan saja, verifikasi di 4 juta hektare lahan bukan perkara sederhana. Mereka harus berhadapan dengan korporasi yang berusaha menghambat investigasi dengan berbagai cara.

“Saya berterima kasih atas nama negara, bangsa dan rakyat Indonesia, saudara-saudara telah bekerja keras dengan sangat sulit di medan-medan yang sulit,” ucapnya.

Yang paling berat, menurutnya, justru terjadi jauh dari sorotan. Di lapangan, petugas harus berhadapan dengan tekanan dan ancaman. Mulai dari rakyat yang dihasut hingga preman bayaran.

“Di tempat yang jauh tidak terlihat oleh media, tidak terlihat oleh kamera, tidak terlihat oleh influencer-influencer, vlogger-vlogger, dan sebagainya. Tapi saudara bekerja terus tanpa ragu-ragu karena kesetiaan saudara terhadap negara,” pungkas Prabowo.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar