Di tengah hiruk-pikuk IIMS 2026, Jasa Marga (JSMR) justru membawa sesuatu yang lebih praktis ketimbang mobil konsep: sebuah aplikasi bernama Travoy. Intinya, aplikasi ini ingin jadi teman perjalanan yang paling tahu kondisi jalan tol. Bukan sekadar teman biasa, tapi yang punya akses data real-time langsung dari sumbernya.
Rivan Achmad Purwantoro, Direktur Utama perusahaan, dengan semangat menjelaskan konsep di balik Travoy. Baginya, ini adalah upaya untuk mendampingi pengguna jalan tol secara lebih personal.
"Ini adalah upaya kami memastikan bahwa seluruh pengguna jalan tol Jasa Marga bisa berkomunikasi, berinteraksi, menggunakan seluruh transaksi, dan merasakan bahwa ketika memasuki jalan tol ruas seluruh Jasa Marga Group, ada aplikasi yang mendampingi sebagai asisten pribadi," ujar Rivan, Senin (9/2/2026).
Lalu, apa bedanya dengan aplikasi peta digital yang sudah ada? Rivan menekankan soal akurasi. Data kepadatan lalu lintas di Travoy tidak disimpulkan dari lokasi ponsel pengguna.
"Kepadatan jalan ini bukan dilihat dari berapa yang lewat dengan menggunakan ponsel," katanya. "Tapi betul-betul pure dilihat dengan menggunakan radar maupun 3.500 kamera. Jadi validasinya adalah persis saat dilihat secara live."
Artikel Terkait
Jasa Marga Operasikan Japek II Selatan untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Kemenhub Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026, Imbau Masyarakat Hindari Keberangkatan Serempak
Israel Serang Fasilitas Nuklir dan Industri Iran, Korban Jiwa Berjatuhan
Arus Balik H+7, Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek