Jasa Marga Luncurkan Travoy, Aplikasi Asisten Pribadi Pengguna Tol dengan Data Real-Time

- Selasa, 10 Februari 2026 | 01:30 WIB
Jasa Marga Luncurkan Travoy, Aplikasi Asisten Pribadi Pengguna Tol dengan Data Real-Time

Di tengah hiruk-pikuk IIMS 2026, Jasa Marga (JSMR) justru membawa sesuatu yang lebih praktis ketimbang mobil konsep: sebuah aplikasi bernama Travoy. Intinya, aplikasi ini ingin jadi teman perjalanan yang paling tahu kondisi jalan tol. Bukan sekadar teman biasa, tapi yang punya akses data real-time langsung dari sumbernya.

Rivan Achmad Purwantoro, Direktur Utama perusahaan, dengan semangat menjelaskan konsep di balik Travoy. Baginya, ini adalah upaya untuk mendampingi pengguna jalan tol secara lebih personal.

"Ini adalah upaya kami memastikan bahwa seluruh pengguna jalan tol Jasa Marga bisa berkomunikasi, berinteraksi, menggunakan seluruh transaksi, dan merasakan bahwa ketika memasuki jalan tol ruas seluruh Jasa Marga Group, ada aplikasi yang mendampingi sebagai asisten pribadi," ujar Rivan, Senin (9/2/2026).

Lalu, apa bedanya dengan aplikasi peta digital yang sudah ada? Rivan menekankan soal akurasi. Data kepadatan lalu lintas di Travoy tidak disimpulkan dari lokasi ponsel pengguna.

"Kepadatan jalan ini bukan dilihat dari berapa yang lewat dengan menggunakan ponsel," katanya. "Tapi betul-betul pure dilihat dengan menggunakan radar maupun 3.500 kamera. Jadi validasinya adalah persis saat dilihat secara live."

Artinya, pengguna bisa melihat langsung kondisi aktual di seluruh ruas tol grup tersebut mana yang lancar, mana yang mulai macet.

Namun begitu, fiturnya tidak berhenti di situ. Menjelang periode mudik Lebaran nanti, Travoy akan dilengkapi dengan informasi pendukung yang cukup krusial. Pengguna bisa menemukan lokasi rest area atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dengan mudah. Yang lebih penting, aplikasi ini akan menandai titik-titik rawan kecelakaan atau 'black spot'.

"Nah ini penting bagi para masyarakat," imbuh Rivan, "agar pada saat melakukan perjalanan untuk memastikan bahwa ketika melewati daerah yang rawan, mereka bisa lebih berhati-hati."

Di sisi lain, Travoy juga mengakomodasi kebutuhan transaksi dan darurat. Pengguna yang mendaftarkan kartu pembayarannya bisa mengecek riwayat transaksi di semua gerbang tanpa perlu repot menyimpan kertas struk. Dan kalau tiba-tiba mogok di jalan? Fitur bantuan darurat memungkinkan permintaan derek atau towing langsung lewat aplikasi, tanpa harus panik mencari nomor telepon.

Secara keseluruhan, langkah Jasa Marga ini terasa seperti respons atas kebutuhan pengendara modern yang menginginkan segala sesuatu dalam genggaman. Travoy bukan sekadar aplikasi pemantau lalu lintas, melainkan sebuah paket solusi digital untuk berkendara yang lebih aman dan terinformasi. Tentu, efektivitasnya baru akan teruji nanti ketika sudah digunakan secara massal di jalan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar