Kemenhub Optimalkan Buffer Zone dan Tambah Kapal Antisipasi Puncak Arus Balik Ketapang-Gilimanuk

- Jumat, 27 Maret 2026 | 13:30 WIB
Kemenhub Optimalkan Buffer Zone dan Tambah Kapal Antisipasi Puncak Arus Balik Ketapang-Gilimanuk

Gelombang arus balik Lebaran di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mulai terasa. Setelah antrean panjang sempat membuat ruas jalan macet hingga 20 kilometer dari pelabuhan, Kementerian Perhubungan kini menggenjot strategi. Fokusnya? Mengoptimalkan fungsi buffer zone alias zona penampungan dan sistem penundaan.

“Kesiapan buffer zone harus dimanfaatkan secara optimal untuk mengurai antrean kendaraan,” tegas Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, Kamis lalu.

Menurutnya, ini adalah pelajaran berharga dari situasi arus mudik sebelumnya. Intinya, jangan sampai kejadian horor macet itu terulang lagi.

Di lapangan, pengaturan akan mengandalkan mekanisme Tiba-Bongkar-Berangkat. Mereka juga punya patokan teknis, yaitu volume to capacity ratio atau rasio V/C maksimal 0,6. Artinya, keputusan operasional harus diambil dengan cepat dan responsif. Tidak bisa lambat. Kondisi di lapangan bisa berubah sewaktu-waktu.

Lalu, di mana saja kendaraan akan ditampung? Rencananya, untuk mobil pribadi dan bus, buffer zone-nya ada di kawasan Grand Watudodol dan Kantong Parkir Bulusan. Sementara itu, truk dan kendaraan barang lain akan diarahkan ke zona Sri Tanjung serta kantong parkir milik PT Pusri dan Pelindo.

“Koordinasi dan komunikasi harus terus diperkuat,” tutur Aan. Tujuannya jelas: setiap potensi kepadatan bisa diantisipasi sejak dini.

Namun begitu, persiapan tak cuma soal tempat menampung kendaraan. Jumlah kapal penyeberangan juga disesuaikan untuk menjawab lonjakan. Pada hari biasa, ada 28 kapal yang siap beroperasi. Saat padat, jumlahnya naik jadi 30 unit. Kalau sudah sangat padat, bisa sampai 32 kapal.

Bahkan, dalam skenario terburuk, armada bisa ditambah lagi menjadi 35 hingga 40 kapal. Mereka juga menyiapkan kapal bantuan berkapasitas besar sebagai cadangan.

Data dari ASDP Indonesia Ferry sampai H 3 Lebaran menunjukkan, sudah 41.526 kendaraan yang berhasil menyeberang ke Bali. Angkanya cukup besar, tapi ternyata masih ada sekitar 114.255 kendaraan atau sekitar 73 persen yang belum melakukan penyeberangan.

Dengan situasi seperti ini, puncak arus balik diprediksi bakal terjadi pada H 6, atau tanggal 28 Maret 2026 mendatang. Semua pihak tentu berharap strategi buffer zone dan penambahan kapal ini bisa meredam kemacetan panjang. Waktu yang akan menjawab.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar