Malam itu di SUGBK, atmosfernya terasa berbeda. Timnas Indonesia, di bawah kendali baru John Herdman, langsung menunjukkan taring. Mereka menumbangkan Saint Kitts dan Nevis dengan skor telak 4-0 dalam laga perdana FIFA Series 2026. Hasil yang cukup melegakan sekaligus memberi harapan.
Dominasi terlihat sejak menit awal. Beckham Putra Nugraha, namanya yang pasti akan terus disebut-sebut. Pemain muda itu mencetak dua gol cepat di menit ke-13 dan ke-23. Gol-galnya seolah memberi suntikan energi bagi seluruh tim.
Memasuki babak kedua, serangan belum juga mereda. Ole Romeny menambah keunggulan di menit ke-52. Tak lama berselang, Mauro Zijlstra menggenapkan pesta gol menjadi empat di menit ke-74. Penonton pun bergemuruh.
Namun begitu, kemenangan ini bukan sekadar soal angka. Performa kolektif yang disajikan punya nuansa lain. Ada intensitas dan pola permainan yang mulai terbaca, sesuatu yang mungkin jadi ciri khas era Herdman. Tentu, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Itu pekerjaan rumah yang tak bisa dihindari.
Meski demikian, langkah awal ini terasa solid. Apresiasi pantas diberikan. Tim tampak lebih percaya diri dan punya rencana yang jelas di lapangan. Sebuah awal yang manis, dan semua tentu berharap ini bukan sekadar euforia sesaat.
Artikel Terkait
Pertamina Bina Ratusan UMKM, Produk Lokal Teras Balongan Tembus Pasar Luar Negeri
Tuchel Kecewa atas Cemoohan Penonton Wembley untuk Debut Kembali Ben White
Wirtz Bawa Jerman Menang Tipis Atas Swiss Meski Kebobolan Tiga Gol
KPK Tegaskan Perubahan Status Tahanan Gus Yaqut Sesuai Prosedur dan Sampaikan Maaf