Gus Ipul Tinjau STIP Marunda, Calon Lokasi Baru Sekolah Rakyat

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:15 WIB
Gus Ipul Tinjau STIP Marunda, Calon Lokasi Baru Sekolah Rakyat

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mendatangi kawasan Marunda, Jakarta Utara, Jumat lalu. Kunjungannya ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) itu bukan tanpa agenda. Lokasi kampus seluas 38 hektare itu sedang dipertimbangkan untuk jadi calon lokasi baru program Sekolah Rakyat.

Rencananya, kampus di Marunda ini akan jadi tambahan dari sejumlah Sekolah Rakyat rintisan yang sudah lebih dulu berjalan. Sebut saja di Pondok Indah, Bambu Apus, Pasar Rebo, hingga wilayah penyangga seperti Bekasi dan Bogor. Menurut Gus Ipul, penambahan ini sesuai arahan Presiden untuk memperbanyak titik program di sekitar Ibu Kota.

"Lokasi ini direncanakan menjadi sekolah rintisan tambahan karena pemerintah ingin menambah Sekolah Rakyat di sekitar Jakarta,"

Begitu penjelasan Gus Ipul dalam rilis tertulis yang diterbitkan keesokan harinya, Sabtu (28/3/2026).

Kunjungan kerja itu ramai dihadiri pejabat dari berbagai kementerian. Selain dari Kemensos, tampak juga perwakilan dari Kementerian PUPR dan tentu saja, pimpinan STIP sendiri. Mereka berkeliling, mengecek kesiapan fasilitas.

Dan fasilitas di STIP terbilang lengkap. Dari ruang kelas, asrama, sampai ruang makan, semuanya ada. Secara total, ada 56 bangunan di area tersebut. Nah, dari sekian banyak, rencananya empat bangunan dan dua lapangan olahraga akan dialihfungsikan untuk menopang kegiatan Sekolah Rakyat.

Tri Cahyadi, Ketua STIP, membeberkan detailnya. Setiap kelas nantinya bisa menampung sekitar 24 sampai 27 siswa. "Kami siapkan enam ruang kelas," ujarnya. Tak lupa, dua asrama terpisah untuk putra dan putri juga sudah disiapkan untuk mendukung siswa yang tinggal di asrama.

Setelah melihat langsung, Gus Ipul tampak optimis. Menurut penilaiannya, sarana prasarana yang ada cukup memadai dan siap dipakai.

"Saya lihat sarana dan prasarananya sudah cukup baik dan siap digunakan,"

katanya.

Targetnya, sekolah rintisan di Marunda ini kelak bisa menampung hingga 150 siswa. Mereka akan dididik oleh tenaga pengajar, didampingi wali asuh dan wali asrama. Harapannya jelas: membuka akses pendidikan lebih lebar, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Agar mereka tetap punya kesempatan untuk belajar dengan layak.

Langkah ini, di sisi lain, menunjukkan upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan program pendidikannya. Tinggal menunggu realisasi di lapangan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar