Menteri Riefky Sebut Ekonomi Kreatif sebagai Tambang Baru Penggerak Ekonomi

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:45 WIB
Menteri Riefky Sebut Ekonomi Kreatif sebagai Tambang Baru Penggerak Ekonomi

Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, punya pandangan menarik tentang sektor yang dipimpinnya. Ia menyebut ekonomi kreatif bagaikan "tambang baru" yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Potensinya dinilai sangat besar, bahkan disebut-sebut sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Pernyataan itu ia sampaikan saat berkunjung ke kantor Katadata Indonesia, Jumat lalu. Kunjungan itu bukan sekadar formalitas. Riefky ingin menyerap aspirasi, terutama dari pelaku di sektor media, sekaligus menegaskan satu hal penting: kebijakan ke depan harus benar-benar berbasis data.

"Ekonomi kreatif atau industri kreatif ini seperti the new mining atau tambang baru yang tersebar di seluruh daerah dan harus kita kelola bersama," ujar Teuku Riefky.

Menurutnya, pendekatan data adalah kunci. Hanya dengan data yang akurat, strategi untuk mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif bisa tepat sasaran. "Potensi ekonomi kreatif berbasis data untuk akselerasi pertumbuhan sangat besar. Kolaborasi dengan Katadata sangat relevan untuk menyusun kebijakan berbasis data," tambahnya.

Ia pun membeberkan beberapa capaian yang cukup menggembirakan. Realisasi investasi di sektor ini, misalnya, sudah menembus Rp183,01 triliun. Angka itu melampaui target yang dicanangkan untuk tahun 2025. Lalu, pertumbuhan PDB ekonomi kreatif di tahun 2024 tercatat 6,57 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,03 persen. Ini jelas sinyal yang positif.

Di sisi lain, respons dari Katadata pun datang dengan komitmen yang kuat. Co-founder Katadata, Metta Dharmasaputra, menilai masa depan sektor ini bergantung pada ekosistem kolaboratif.

"Kami percaya masa depan ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada ekosistem kolaboratif yang didukung data, riset, dan narasi yang kuat," jelas Metta.

Katadata sendiri telah memaparkan sejumlah inisiatif strategis. Mulai dari penguatan insight data, forum lintas daerah, hingga dukungan promosi untuk UMMA di berbagai subsektor kreatif. Diskusi antara pemerintah dan Katadata juga merambah ke potensi kolaborasi lain, seperti penguatan UMKM, pengembangan kekayaan intelektual, dan tentu saja, pemanfaatan data untuk kebijakan yang lebih matang.

Pada akhirnya, ada kesepahaman yang terbangun. Baik Kemenekraf maupun Katadata sepakat untuk mendorong peran data sebagai fondasi. Tujuannya satu: memperkuat ekonomi kreatif agar benar-benar bisa menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia. Jalan panjang memang, tapi langkah awalnya sudah mulai terlihat.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar