RAAM Rencanakan Rights Issue 1,36 Miliar Saham untuk Ekspansi Bioskop

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:30 WIB
RAAM Rencanakan Rights Issue 1,36 Miliar Saham untuk Ekspansi Bioskop

RAAM, atau PT Tripar Multivision Plus Tbk, baru saja mengumumkan rencana besar. Perusahaan film yang dikenal luas itu bakal menggelar rights issue, atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Kalau dirinci, mereka berencana menerbitkan saham baru yang jumlahnya fantastis: hingga 1,36 miliar lembar.

Ini bukan jumlah kecil. Manajemen menjelaskan, penerbitan saham baru itu setara dengan 20 persen dari total modal yang sudah ditempatkan dan disetor perusahaan. Nah, bagi pemegang saham lama yang memilih untuk tidak ikut serta, ada konsekuensinya. Kepemilikan mereka berpotensi tergerus atau terdilusi sampai 16,67 persen.

Lalu, buat apa dana segitu banyak dikumpulkan?

Menurut keterangan resmi perusahaan di Jumat (27/3/2026), rights issue ini punya tujuan strategis. "Penambahan modal dilakukan oleh perseroan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dan entitas anak perseroan," begitu bunyi pernyataan mereka.

Dengan kata lain, langkah ini diambil untuk memberi perusahaan suntikan dana segar yang bisa mendongkrak kinerja ke depannya.

Rincian penggunaannya cukup menarik. Dana hasil rights issue nantinya akan dialokasikan untuk beberapa hal. Pertama, tentu untuk modal kerja. Ini mencakup pembiayaan produksi, mulai dari film hingga sinetron, plus kegiatan pemasaran.

Yang kedua, dan ini cukup ambisius, dana akan disuntikkan ke anak usahanya, PT Platinum Sinema. Tujuannya jelas: membangun dan mengoperasikan 50 bioskop baru yang tersebar di berbagai kota.

Soal kepemilikan saham saat ini, struktur RAAM masih didominasi oleh pendirinya. Ram Punjabi masih memegang kendali mayoritas dengan 67,5 persen saham. Kemudian, PT MNC Digital Entertainment menguasai 9,09 persen, dan PT Tripar Multi Image punya 0,68 persen. Sisa saham, sekitar 22,73 persen, beredar di tangan publik.

Namun begitu, rencana ini tentu belum bisa langsung jalan. Perusahaan harus mendapat persetujuan dari pemegang saham terlebih dahulu. Untuk itu, RAAM telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Mei 2026 mendatang.

Bagi yang ingin hadir dan bersuara dalam rapat penting itu, catat tanggalnya: pemegang saham harus sudah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 10 April 2026.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar