Selama puncak arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, layanan bus Transjakarta rute SH2 dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta ternyata cukup diminati. Angkanya tidak main-main: hampir 19 ribu penumpang tercatat menggunakan layanan itu dalam rentang 13 hingga 25 Maret 2026.
Welfizon Yuza, Direktur Utama Transjakarta, menekankan bahwa kehadiran rute ini adalah komitmen nyata Pemprov DKI. Tujuannya sederhana: memudahkan warga dari pusat kota mencapai bandara internasional utama tanpa harus pusing dengan kemacetan.
"Layanan rute SH2 ini adalah wujud nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memudahkan perjalanan masyarakat dari pusat kota langsung ke gerbang udara internasional kita,"
Menurutnya, inisiatif strategis ini menghubungkan Terminal Blok M yang berada di jantung kota dengan Bandara Soetta secara langsung. Sebuah solusi transportasi yang diharapkan bisa menjawab kebutuhan mobilitas banyak orang.
Melihat respons yang positif, Transjakarta tak mau berpuas diri. Mereka berencana meningkatkan standar pelayanan. Salah satu fokusnya adalah mengoptimalkan fasilitas di titik-titik utama, baik di bandara maupun di Blok M.
"Transjakarta akan melakukan optimalisasi fasilitas di titik pemberhentian utama, baik di terminal Bandara Soekarno-Hatta maupun di Terminal Blok M,"
Selain itu, ada beberapa perbaikan praktis yang akan dijalankan. Misalnya, penyediaan rak koper bagi penumpang yang membawa banyak barang. Lalu, penyesuaian jadwal bus dengan jadwal penerbangan ini penting untuk memastikan ketepatan waktu dan mengurangi rasa khawatir penumpang yang buru-buru mengejar pesawat.
Welfizon menambahkan bahwa evaluasi dan inovasi akan terus dilakukan. Prinsipnya, setiap perjalanan warga, baik untuk urusan kerja apalagi mudik, harus bisa dilayani dengan standar yang baik: aman, nyaman, dan tentu saja, terjangkau.
"Transjakarta terus melakukan evaluasi dan inovasi sesuai arahan Pemprov DKI Jakarta. Kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan masyarakat, baik untuk keperluan bekerja maupun perjalanan mudik, dapat terlayani dengan aman, nyaman, dan terjangkau,"
Rute Transjabodetabek SH2 sendiri baru diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada 12 Maret lalu. Dengan panjang lintasan sekitar 65 kilometer, rute ini dioperasikan oleh 14 unit bus yang berangkat dengan interval 10 hingga 20 menit. Sebuah terobosan yang, meski baru berjalan, sudah menunjukkan tanda-tanda cerah.
Artikel Terkait
Simeone Akui Tak Tahu Langkah Julian Alvarez, Spekulasi Hengkang Makin Kuat
Siswi SD Tewas di Makassar, Pelaku Tetangga Korban Sempat Pura-Pura Ribut Pakai Parang demi Mengelabui Polisi
Diaspora Prancis Sebut Prabowo Pejuang Modern dengan Etos Kerja Tinggi
Golkar DKI Jakarta Potong 117 Hewan Kurban untuk Iduladha 1447 H, Sebar ke Lima Wilayah