Di penghujung Ramadan tahun ini, gaung kegiatan sosial Pertamina Group terasa cukup luas. Mereka berhasil menyalurkan santunan untuk lebih dari 29 ribu anak yatim. Tak hanya itu, bantuan sembako juga menjangkau hampir 106 ribu warga prasejahtera yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Semua ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menyemarakkan bulan suci.
Acara puncaknya sendiri digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Rabu lalu. Suasana buka puasa bersama anak-anak yatim itu terasa khidmat, mengusung tema 'Energi untuk Melangkah Penuh Harapan'.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan pesannya. Baginya, momen ini jauh lebih berarti daripada sekadar aktivitas sosial biasa.
"Ini adalah kesempatan emas untuk menyebarkan energi kebaikan, mempererat silaturahmi, dan tentu saja, berbagi kebahagiaan," ujar Simon.
Dia menegaskan, kehadiran Pertamina harus dirasakan bersama masyarakat. Prinsipnya sederhana namun mendalam: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
"Pertamina ingin menebar manfaat itu untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Perusahaan sebesar apapun, kalau tidak memberi kebaikan, kehadirannya jadi kurang berarti. Makanya, kami berusaha keras bukan cuma mengalirkan energi, tapi juga keberkahan," tambah Simon dalam keterangan tertulis yang diterbitkan Sabtu (14/3).
Menurutnya, semangat berbagi ini haruslah berkelanjutan. Satu kebaikan yang dilakukan, energi positifnya tidak akan pernah hilang begitu saja. Malah, ia akan terus berkembang dan meluas. Simon juga mengaku, kehadiran anak-anak yatim dalam acara itu justru memberinya energi yang besar.
"Kami yakin, kebaikan yang disebar hari ini akan jadi energi positif yang terus mengalir dan memberi berkah. Harapannya, semangat ini mendarah daging di lingkungan Pertamina Group. Jadi bagian dari Pertamina bukan cuma soal bekerja, tapi juga tentang jadi pribadi yang bermanfaat," tegasnya.
Nah, program santunan dan bantuan sosial ini dilaksanakan oleh berbagai entitas Pertamina Group di daerah. Secara total, ada 29.634 anak dan 105.982 masyarakat prasejahtera yang terlibat dalam acara buka puasa bersama dan santunan, dilakukan secara terpisah di wilayah masing-masing namun dengan semangat yang sama.
Rangkaian kegiatannya ternyata tidak berhenti di situ. Sepanjang Ramadan, Pertamina menggelar beragam program lain. Ada 'Pertamina Berbagi Kebahagiaan (Berkah)' yang isinya edukasi, kegiatan keagamaan, dan tentu saja berbagi dengan masyarakat. Perusahaan juga menginisiasi pengumpulan dan penyaluran baju layak pakai, buku-buku, serta mainan ke sejumlah yayasan dan panti asuhan.
Melalui Pertamina Peduli dan BAZMA, mereka bahkan punya program khusus bernama SEBARAN (Semangat Berbagi Baju Lebaran). Program ini menyentuh lebih dari 1.000 anak yatim, dhuafa, dan penyandang disabilitas di beberapa kota. Salah satu lokasi pelaksanaannya adalah di Grha Pertamina Jakarta pada 13 Maret lalu.
Di sisi lain, Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, punya pandangan tersendiri. Baginya, seluruh rangkaian kegiatan ini adalah upaya untuk menyatukan semangat.
"Ini momentum untuk berbagi dan bersilaturahmi di bulan suci Ramadan 1447 H. Berbagai kegiatan yang kami gelar bertujuan memperkuat sinergi dengan masyarakat dan lingkungan, sekaligus mempererat silaturahmi. Intinya, berbagi keberkahan dan kebahagiaan dengan menyalurkan energi baik," tutup Arya.
Artikel Terkait
Panglima TNI Tegaskan Komitmen Perkuat Pertahanan Siber Lewat Kolaborasi dengan BSSN
Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Terpental ke Rak Bagasi Usai Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Alami Patah Tulang
Ukraina Tuding Israel Terima Gandum Curian Rusia, Israel Bantah dan Minta Bukti Resmi
Trump Sambut Raja Charles III di Gedung Putih, Sebut Inggris ‘Teman Paling Dekat’ AS