AS Blokade Selat Hormuz Usai Perundingan dengan Iran Gagal

- Senin, 13 April 2026 | 14:50 WIB
AS Blokade Selat Hormuz Usai Perundingan dengan Iran Gagal

Kegagalan perundingan AS-Iran di Pakistan akhir pekan lalu benar-benar meninggalkan rasa waswas. Banyak yang kini bertanya-tanya, apa dampak buruk yang akan menyusul? Kekhawatiran ini punya dasar yang kuat. Setelah rundingan marathon itu buntu, Wakil Presiden AS JD Vance langsung angkat bicara dan memprediksi konsekuensi serius bakal terjadi.

Di Islamabad, Vance mengonfirmasi bahwa pembicaraan yang berlangsung selama 21 jam itu benar-benar tak membuahkan hasil. Menurutnya, situasi ini justru lebih merugikan pihak Iran. "Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat. Jadi kita kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan," ujarnya dalam konferensi pers.

Nah, implikasinya langsung terasa. Pasca gagalnya kesepakatan damai ini, Amerika Serikat segera mengambil langkah tegas: memblokade Selat Hormuz. Titik vital yang semula jadi bagian dari negosiasi itu kini bakal ditutup. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Presiden Donald Trump lewat akun media sosialnya.

"Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses blokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," tulis Trump di Truth Social, Senin (13/4/2026).

Lantas, seberapa jauh eskalasi ini akan memicu percikan baru yang mengancam perdamaian global? Kita akan bahas tuntas bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, dalam detikSore nanti.

Ngomong-ngomong soal berita dalam negeri, ada kisah miris dari Jawa Tengah. Seorang balita usia 1,5 tahun dilaporkan mengalami hipotermia usai diajak mendaki Gunung Ungaran. Gimana sih kronologi lengkapnya? Tim detikJateng akan melaporkan langsung untuk kita.

Dan buat kamu pencinta musik, ada kabar seru! detikSore kedatangan tamu spesial: Pamungkas. Musisi yang sedang berada di fase baru hidup dan karier ini mengaku sedang menikmati ketenangan yang jarang ia rasakan. Bukan karena ambisi sudah luntur, tapi lebih karena pilihan sadar untuk menjalani hidup dengan tempo yang lebih pelan.

Fase tenang itu ia tuangkan dalam album keenamnya. Single pertamanya, "Berapa Kali Kita Akan Saling Memaafkan", jadi penanda arah musik dan emosi yang sedang ia jalani. Penasaran dengan penampilannya? Mau tahu kenapa lagu itu begitu menyentuh perasaannya? Saksikan sendiri obrolan santai bersama Pamungkas di Sunsetalk.

Jangan lupa, pantengin terus ulasan mendalam berita-berita terhangat sepanjang hari di detikSore. Tayang live Senin sampai Jumat, mulai pukul 15.30 sampai 18.00 WIB, cuma di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Kamu juga bisa ikutan nimbrung lewat kolom live chat yang tersedia.

"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar