Antrean panjang untuk solar di beberapa SPBU Palembang bikin warga, terutama sopir truk, mengeluh. Mereka harus berjubel berjam-jam, seringkali tanpa kepastian dapat jatah.
Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Togar, sopir berusia 40 tahun. Bagi dia, waktu pengisian yang terbatas dan sistem pembayaran yang ribet jadi masalah utama.
"Saya mengaku sedang kesusahan sekarang karena antrean yang panjang dan waktu yang tidak relevan lagi. Pengisian solar untuk truk pukul 22.00 WIB sampai 04.00 WIB. Sebelum dibuka antrean sudah panjang, dan bisa jadi sopir truk yang berada di antrean paling belakang tidak kebagian," kata dia.
Belum lagi soal aplikasi MyPertamina yang sering bermasalah. Padahal, bayar pakai tunai nggak boleh, harus pakai QRIS aplikasi itu.
"Ada yang gangguan, ada juga yang terkendala karena permasalahan Handphone mereka. Jadi mereka sudah mengantre panjang-panjang tau-taunya gagal. Sehingga mereka mau tidak mau mengantre ulang kembali di keesokan harinya," ujarnya.
Artikel Terkait
Ketua Gema Bangsa Usul Ganti Parliamentary Threshold dengan Ambang Batas Fraksi
Kapolri Tegaskan Persatuan Nasional Kunci Hadapi Dampak Krisis Global
Dua Advokat Gugat MK, Minta Syarat Calon Presiden Dilarang Berkeluarga dengan Petahana
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Pemerasan Bupati Pati