Patsus Polda NTT untuk Anggota dan Siswa SPN Terkait Kasus Penganiayaan

- Sabtu, 15 November 2025 | 20:12 WIB
Patsus Polda NTT untuk Anggota dan Siswa SPN Terkait Kasus Penganiayaan

Polda NTT Terapkan Patsus untuk Anggota Terkait Kasus Penganiayaan Siswa SPN

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) telah menjatuhkan sanksi penempatan khusus atau patsus terhadap Bripda Torino Tobo Dara. Tindakan disiplin ini diambil setelah yang bersangkutan diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTT.

Kombes Henry Novika Chandra, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, mengonfirmasi bahwa surat perintah patsus telah diterbitkan. Langkah ini merupakan bentuk tindakan disiplin awal terhadap anggota yang diduga melakukan pelanggaran.

Tidak hanya pelaku utama, Polda NTT juga memberikan sanksi yang sama kepada anggota lain yang terlibat. Bripda Gilberth H.D.R. Puling, yang diduga merekam kejadian penganiayaan tersebut, juga dikenakan penempatan khusus. Saat ini, kedua anggota tersebut telah ditahan di ruang patsus Polda NTT.

Henry Novika Chandra menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden yang terjadi. Ia menegaskan bahwa penanganan kasus ini mencerminkan komitmen institusi dalam menerapkan nilai asah, asih, dan asuh selama proses pembinaan personel. Menurutnya, tindakan kekerasan sama sekali tidak dibenarkan dalam lingkungan Polri.

Korban Penganiayaan Juga Dikenakan Patsus

Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda NTT telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kedua siswa SPN yang menjadi korban penganiayaan. Sebagai langkah disiplin, kedua siswa tersebut juga menerima Surat Perintah Penempatan Khusus.

Polda NTT berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan dan menjadikannya sebagai contoh nyata dalam penegakan disiplin. Institusi ini kembali menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak memiliki tempat di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia. Pihaknya berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden penganiayaan ini dipicu karena kedua siswa SPN tersebut kedapatan sedang merokok. Rasa kesal dari senior diduga menjadi pemicu utama aksi pemukulan yang terjadi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar