UMKM Luckybite Catat Lonjakan Penjualan 100% Saat Ramadan dan Hari Besar

- Kamis, 26 Februari 2026 | 22:01 WIB
UMKM Luckybite Catat Lonjakan Penjualan 100% Saat Ramadan dan Hari Besar

Jakarta – Bagi banyak pelaku usaha, momen hari raya dan perayaan besar ibarat angin segar. Tren ini ternyata tak cuma dirasakan ritel besar, tapi juga merambah ke skala yang lebih kecil. Salah satunya adalah UMKM makanan ringan daring Luckybite, yang mencatat lonjakan penjualan fantastis, hingga dua kali lipat, saat menyambut Natal, Imlek, dan Ramadan.

Kunci utamanya? Digitalisasi kanal penjualan. Sejak awal, Luckybite memang memilih model bisnis online-first, tanpa mengandalkan toko fisik sama sekali. Mereka fokus jualan lewat marketplace dan media sosial, dengan Shopee jadi andalan. Model seperti ini, menurut mereka, jauh lebih ringan. Biaya operasional dan distribusi bisa ditekan karena sistem logistik dan pembayaran sudah tersedia secara terintegrasi di platform.

Pemilik Luckybite, Julius Christian Darmawan, mengakui betapa besarnya dampak momentum hari besar itu. “Kami memang sengaja memanfaatkan momentum seperti Lebaran, Natal, dan Imlek,” ujarnya pada Kamis, 26 Februari 2026.

“Kenaikan penjualannya bisa sampai 100% kalau dibandingin dengan masa-masa sepi,” tambahnya.

Namun begitu, lonjakan permintaan yang datang tiba-tiba tentu tak bisa dihadapi dengan cara biasa. Di sinilah strategi pengelolaan permintaan musiman memegang peran krusial. Luckybite, misalnya, sudah mulai meningkatkan kapasitas produksinya sekitar satu bulan sebelum Ramadan tiba. Mereka tahu, puncak permintaan biasanya meledak dua pekan menjelang Lebaran.

Untuk produk seperti hampers, persiapan bahkan lebih matang. Stok awal disiapkan hingga sekitar 1.000 paket. Tujuannya jelas: menjaga agar pasokan tidak putus di tengah tingginya permintaan. Pendekatan ini menunjukkan pergeseran pola pikir yang menarik di kalangan UMKM. Dari yang awalnya cuma responsif, kini mulai beralih ke perencanaan yang lebih matang, atau yang biasa disebut demand planning. Pergeseran ini terutama vital di sektor makanan dan minuman, yang sangat rentan dengan siklus musiman.

Di sisi lain, peningkatan kinerja itu bukan cuma soal persediaan barang. Fitur promosi dari platform e-commerce sendiri punya andil besar. Voucher dan kampanye musiman, seperti program nasional saat Ramadan, terbukti efektif memperluas jangkauan dan mendongkrak angka konversi penjualan.

Tapi ada satu lagi strategi yang cukup jitu: pemasaran afiliasi. Steven Marselie, salah satu pemilik Luckybite, menyoroti dampak aktivitas live streaming yang dilakukan para afiliator.

“Penjualan kami biasanya terdorong kuat saat ada sesi live, terutama di jam-jam malam,” jelas Steven.

Jadi, kombinasi antara perencanaan produksi yang cermat, pemanfaatan fitur promosi platform, dan kolaborasi dengan kreator konten, rupanya menjadi resep ampuh bagi UMKM seperti Luckybite untuk tak hanya bertahan, tapi benar-benar berkembang di momen-momen spesial.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar