Yang bikin Togar semakin kesal, aturan waktunya sangat ketat. Mesinnya otomatis mati begitu jam habis, nggak peduli masih ada yang ngantre.
"Kalau misalnya kita mengisi minyak di jam 10 malam kurang, itu tetap tidak bisa karena minyaknya tidak akan keluar dari mesin. Mesin itu sudah diatur waktunya, jadi jika memang batas waktu sudah diluar jam yang ditentukan, maka sopir yang lain tidak kebagian lagi," jelasnya dengan pasrah.
Dia berharap pemerintah daerah bisa ambil sikap. Soalnya, waktu yang terbuang untuk antre bikin mereka kelelahan sebelum mulai perjalanan.
"Kami ini hanya mencari uang untuk bertahan hidup. Penghasilan kami juga tidak seberapa. Jadi dimohon untuk kebijaksanaannya," pungkas Togar.
Artikel Terkait
Megawati Kecam Penangkapan Maduro: Demokrasi Tak Lahir dari Monyong Senjata
Dua Pemancing Hilang di Pantai Wediombo, Satu Identitas Masih Misterius
Reza Pahlavi Serukan Perebutan Kota, Gelombang Demonstrasi Iran Kian Menggila
Eggi Sudjana dan Warisan Pengkhianatan dalam Sejarah Politik Indonesia