Ledakan SMA 72 Jakarta: Asal Bahan Peledak Masih Misteri, Pelaku ABH Dirawat Intensif

- Selasa, 11 November 2025 | 20:48 WIB
Ledakan SMA 72 Jakarta: Asal Bahan Peledak Masih Misteri, Pelaku ABH Dirawat Intensif
Ledakan SMA Negeri 72 Jakarta: Investigasi Asal Bahan Peledak Masih Berlangsung

Penyelidikan Ledakan SMA 72 Jakarta: Asal Bahan Peledak Masih Jadi Misteri

Polda Metro Jaya secara intensif masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap asal-usul bahan peledak yang digunakan dalam peristiwa ledakan di SMA Negeri 72, Jakarta Utara. Hingga saat ini, sumber pasti bahan peledak tersebut belum dapat dipastikan oleh pihak kepolisian.

Kombes Iman Imanuddin, selaku Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa timnya belum bisa memastikan dari mana pelaku mendapatkan bahan peledak. Hal ini disebabkan karena kondisi pelaku yang masih menjalani proses pemulihan medis dan belum dapat dimintai keterangan secara lengkap.

Imanuddin menjelaskan bahwa pertanyaan krusial mengenai sumber bahan peledak masih menunggu keterangan dari pelaku itu sendiri. Proses penyelidikan untuk mengungkap rantai perolehan bahan peledak ini menjadi salah satu fokus utama penyidik.

Pelaku ledakan di SMA Negeri 72 diketahui mengalami luka-luka akibat ledakan yang kedua kalinya. Saat ini, pelaku masih mendapatkan perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Proses medis yang dijalani pelaku termasuk serangkaian operasi untuk menangani lukanya.

Polisi telah menetapkan status pelaku sebagai Anak yang Berkonflik dengan Hukum. Berdasarkan penyelidikan sementara, tindakan pelaku diduga kuat dilakukan secara individu dan mandiri. Investigasi lebih lanjut menunjukkan bahwa aksi ini tidak terindikasi memiliki koneksi dengan jaringan terorisme manapun.

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ledakan ini mengakibatkan 96 orang mengalami luka-luka. Para korban saat ini tersebar dan dirawat di empat rumah sakit berbeda, yaitu RSI Cempaka Putih, RS Polri Kramat Jati, RS Yarsi, dan RS Pertamina Jaya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar