Suasana di ruang rapat Komisi VIII DPR RI pada Senin (26/1) lalu benar-benar memanas. Debat sengit tiba-tiba menyulut rapat dengan Kementerian PPPA, dipicu oleh pertanyaan kritis salah satu anggotanya terhadap efektivitas program kerja kementerian.
Rapat yang digelar di Senayan, Jakarta Pusat itu awalnya berjalan biasa saja. Tapi kemudian, Sigit Purnomo atau yang akrab disapa Pasha, menyatakan kebingungannya. Ia mengaku hampir tak paham sama sekali program konkret apa yang sedang dijalankan oleh Kementerian PPPA.
"Saya pribadi bingung karena hampir sama sekali kita nggak tahu sebenarnya yang dibikin Kementerian PPPA ini apa," ujar Pasha.
Suaranya terdengar frustrasi. "Kok kita ke daerah selama ini turun itu yang beririsan dengan Kementerian PPPA, yang prinsip ya, bukan sekedar sosialisasi. Kita belum pernah diajak Bu Menteri ini dari program Kementerian PPPA, khsusunya pemberdayaan yang betul-betul sudah berjalan, tidak perlu lagi dilakukan pendampingan ini yang mana?" sambungnya.
Menurut pandangan Pasha, fokus kementerian ini seolah hanya berkutat pada masalah. Dari dokumen yang ia baca, yang muncul cuma persoalan kekerasan hingga penculikan terhadap perempuan. Ia lalu melontarkan kritik pedas. "Dari sekian halaman yang saya baca itu, semuanya persoalan tentang perempuan, kekerasan, penculikan, jadi ini sebetulnya Kementerian atau Polres? Tidak ada satu poin yang saya lihat ini betul-betul memberdayakan," katanya.
Ia pun menyoroti program-program yang disebut mendukung agenda Presiden dan Wapres, seperti MBG atau Koperasi Merah Putih. Meski begitu, Pasha heran karena lagi-ligi peran perempuan di dalamnya seperti tak tersentuh. "Di mana guru-guru madrasah? Ini guru-guru banyak perempuan. guru ngaji kok nggak ada? Ini juga perempuan. Guru honorer yang skarang sedang perjuangkan mereka punya hidup ini, juga banyak perempuan. Tapi tak ada disinggung di sini," ucapnya dengan nada tinggi.
Artikel Terkait
Spekulasi Meredup, Ajudan Jokowi Konfirmasi Kehadiran Bapak J di Rakernas PSI
Truk Besi Tersangkut di Pohon, Condet Lumpuh Total
Kapolresta Sleman Dicopot Sementara Usai Penetapan Tersangka Kontroversial
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK, Saksi Kunci Hitung Kerugian Negara dari Kuota Haji