Angka resmi dari China baru saja keluar, dan ada kabar baik dari sektor industrinya. Di awal tahun 2026, tepatnya pada periode Januari-Februari, output industri bernilai tambah negara itu melesat 6,3 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini cukup signifikan, lho. Bahkan, lajunya lebih kencang 1,1 poin persentase dibandingkan capaian di bulan Desember 2025.
Kalau dilihat per bulannya, pada Februari lalu terjadi kenaikan sebesar 0,83 persen dibanding Januari. Data ini dirilis oleh Biro Statistik Nasional China (NBS), Senin (16/3).
Nah, output industri ini kan jadi indikator penting. Ia mengukur aktivitas perusahaan-perusahaan besar, dengan patokan pendapatan bisnis utama tahunan minimal 20 juta yuan atau sekitar Rp49 miliar.
Lalu, bagaimana rincian pertumbuhannya? Ternyata, sektor manufaktur jadi penyumbang utama dengan pertumbuhan mencapai 6,6 persen secara tahunan. Di sisi lain, sektor pertambangan juga tak kalah solid, mencatat kenaikan sebesar 6,1 persen dalam dua bulan pertama tahun ini.
Artikel Terkait
Telkom dan Huawei Jalin Kerjasama Pengembangan Data Center di MWC Barcelona
Hashim Djojohadikusumo Tolak Tawaran Komersialisasi Lahan Negara untuk Apartemen Mewah
Bank Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider, Transaksi Kopra Tembus Rp27.500 Triliun
Indonesia dan Brunei Jajaki Kerja Sama Minyak dan Teknologi EOR