Ria Ricis baru saja kembali dari Aceh. Hatinya masih berat. Artis yang satu ini memilih untuk turun langsung melihat dampak banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang dan Langsa. Bukan sekadar singgah, ia datang dengan membawa bantuan untuk warga yang terdampak.
Tapi, apa yang dilihatnya di sana ternyata jauh dari harapan. Setelah tiga hari menginjakkan kaki di lokasi bencana, Ricis menyadari satu hal: penanganannya masih berantakan. Kondisi di lapangan, menurut pengamatannya, sangat memprihatinkan.
"Alhamdulillah setelah tiga hari kita menginjakkan kaki di Aceh, (Aceh) Tamiang, Langsa, itu memang ternyata kondisinya kalau dari sudut pandang aku dan mata orang awam ya, itu masih jauh sekali dari kata membaik," ujar Ricis saat ditemui di Bogor, Jawa Barat.
"Masih jauh sekali dari kata banyak bantuan. Karena nyatanya setelah kita menginjakkan kaki di sana, memang ternyata masih minim bantuan," sambungnya.
Yang bikin sedih, keadaan korban sendiri tak kalah parah. Menurut Ricis, masih banyak warga yang seolah terlupakan, belum merasakan sentuhan bantuan pemerintah sama sekali. Ia melihat sendiri betapa sulitnya akses ke hal-hal paling dasar.
"Bahkan di pelosok pun, yang kita lihat ya, bukan berdasarkan pengakuan dari warga tapi yang kita lihat memang minim bantuan. Bisa dibilang juga air bersih masih kurang, listrik nggak ada," tuturnya.
Ia pun merasakan langsung kesulitan itu. "Aku menyadari dan aku merasakan begitu sampai sana aku minim listrik dan minim Wi-Fi, apa namanya sinyal ya. Sinyal itu enggak ada selama di Aceh," imbuh Ricis.
Mengingat kembali suasana di lokasi, Ricis nyaris tak kuasa menahan air mata. Penderitaan warga yang kehilangan tempat tinggal dan keluarga terasa sangat menghantam. Rasanya sakit.
Tapi, perasaan itu ia pendam dalam-dalam selama di Aceh. Ia punya alasan kuat untuk tidak menunjukkannya.
"Sangat hancur ya, makanya setiap aku ke sana, setiap aku charity ke tempat-tempat bencana, setiap aku mendatangi teman-teman yang terdampak, itu kalau bisa sebisa mungkin tidak pernah menjatuhkan air mata karena aku tidak mau menambah luka mereka, mengingatkan kembali luka mereka," katanya.
"Jadi memang aku ke sana sebisa mungkin aku memberikan kebahagiaan untuk orang-orang di sana," pungkas Ricis.
Artikel Terkait
20 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Arab Saudi hingga 8 Mei, 77 Masih Dirawat Intensif
Kapolri Mutasi Besar-besaran, Sembilan Kapolda Baru dan Wakil Irwasum Diganti
Menteri Pertanian Perkuat Infrastruktur Irigasi Antisipasi Kekeringan Akibat El Nino
ByteDance Naikkan Anggaran AI 25 Persen Jadi Rp 458 Triliun di Tengah Tekanan Chip dan Geopolitik