Di tengah persiapan Indonesia sebagai Partner Country di ajang INNOPROM 2026, Kementerian Perindustrian justru memilih untuk bergerak lebih dini. Mereka menggelar Indonesia–Russia Business Forum sekaligus sesi Business Matching di Moscow baru-baru ini. Ini bukan sekadar acara biasa. Forum tersebut menjadi langkah nyata memperkuat kemitraan strategis dengan Federasi Rusia, sekaligus menindaklanjuti kerja sama di bawah payung BRICS.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang hadir langsung di Moscow, menilai hubungan kedua negara sudah melampaui sekadar kerja sama politik.
"Indonesia dan Federasi Rusia telah membangun hubungan jangka panjang yang dilandasi saling menghormati dan dialog konstruktif, yang berkembang dari kerja sama politik menjadi kolaborasi konkret di bidang industri, perdagangan, teknologi, dan Pendidikan," ujarnya pada Senin (9/12/2025).
Menurut Menperin, forum ini punya peran ganda. Selain memperkuat ikatan industri, ia juga menjadi wadah untuk menyelaraskan berbagai agenda strategis yang sudah dirintis sepanjang tahun 2025. Dari pertemuan menteri industri BRICS di Brasilia hingga persiapan teknis menuju INNOPROM 2026. Semua itu, katanya, menunjukkan tekad Indonesia untuk ambil peran lebih besar di panggung industri global.
Nah, dari sesi Business Matching itu sendiri, ada satu pencapaian konkret yang patut dicatat. Tepatnya pada 8 Desember 2025, Himpunan Kawasan Industri (HKI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan dua lembaga Rusia: Pusat Perdagangan Internasional Rusia dan Asosiasi Kawasan Industri Rusia. Penandatanganan berlangsung di Moskow.
Agus Gumiwang juga memaparkan, transformasi industri dalam negeri sedang digenjot melalui beberapa cara. Hilirisasi, industri hijau, hingga digitalisasi jadi fokus utama. Ditambah dengan reformasi regulasi dan insentif investasi, daya tarik Indonesia sebagai basis manufaktur yang inovatif semakin kuat.
Di sisi lain, peran HKI sebagai jembatan bagi investor Rusia ditekankan oleh Ketua Umumnya, Akhmad Ma’ruf Maulana.
"HKI berada di garis depan untuk memastikan kawasan industri kami siap menjadi tuan rumah bagi investasi strategis dari Rusia," tegas Ma’ruf.
Ia menambahkan, "Kami akan bertindak sebagai katalisator, memastikan proses investasi berjalan lancar, efisien, dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak."
Ma’ruf mengaku, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin di Moskow pada Juni lalu memberi keyakinan lebih untuk memperluas kemitraan ini. Tujuannya jelas: mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Kerja sama dengan Rusia sendiri membuka banyak peluang. Mulai dari diversifikasi ekspor, alih teknologi, hingga penguatan sektor kelautan dan pariwisata. Tapi, peluang itu tampaknya paling menonjol di sektor kawasan industri.
Kolaborasi di bidang energi terutama migas pertambangan, dan infrastruktur transportasi dinilai sangat potensial. Semua ini tentu didorong oleh hubungan bilateral yang sudah terjalin cukup lama dan bersifat strategis.
Lantas, apa peran aktif HKI? Mereka akan memfasilitasi kerja sama dengan beberapa cara. Misalnya, menjembatani kemitraan strategis, menarik investasi, hingga menyelenggarakan misi dagang dan forum bisnis. Intinya, mereka ingin jadi penghubung utama yang mempertemukan kepentingan bisnis Rusia dengan ekosistem industri di dalam negeri.
Artikel Terkait
KPK Fokus Kejar Aset PT Loco Montrado Usai Tersangka Siman Bahar Meninggal
400 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas, Prabowo Dijadwalkan Hadir di Peringatan May Day 2026
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Tinjau Lokasi Tabrakan Kereta di Bekasi, Evakuasi Terhambat Ruang Sempit
Medco E&P dan UMKM Sumsel Sukses Alirkan Minyak Perdana Hanya Dua Hari Setelah Kontrak Ditandatangani